Sunday, 12 February 2017

Last day Game Level 1 Tantangan 10 hari

Memiliki suami cuek, tidak romantis dan agak sedikit tertutup (introvert) bukanlah keinginan saya.
Tapi apa daya, jika Allah ternyata berkehendak lain, menjadikan saya tulang rusuknya dan menjadikannya suami serta ayah bagi anak-anak kami.

Saya yang punya karakter periang, ceplas ceplos, suka bercerita apa saja pada orang-orang terdekat, lebih terbuka, sensitif, suka dengan keteraturan dan hal-hal romantis, sangat bertolak belakang dengan suami.

Jadi untuk sesi game atau challenge 10 hari komunikasi produktif ini, jujur saya lebih suka menggunakan materi komunikasi ini bersama kakak atau anak tertua saya. Lebih dapat gregetnya, mungkin karena ada banyak emosi yang turut ikut bermain di dalamnya.

Saya tidak mengatakan bahwa komunikasi produktif ini tidak berjalan dengan lancar antara saya dan suami. Hanya saja sedikit permainan emosi di dalamnya, tidak seperti yang saya rasakan jika melakukan komunikasi produktif dengan kakak yang sungguh sangat mengocok-ngocok kestabilan emosi saya. Karena sudah sama-sama dewasa dan berpikiran lebih jernih maka komunikasi kami alhamdulillah baik dan lancar, bahkan terstruktur dengan rapi, apa saja yang ingin kami lakukan ke depannya, sering kami diskusikan bahkan selalu kami akhiri di atas sebuah kertas, baik dari family rules, resolusi untuk tahun ini, planning 3-5 tahun ke depan, visi misi keluarga dan lain sebagainya, sudah tertuang dengan sangat rinci di family book kami.

Minusnya mungkin di saat saya moodnya lagi ga bagus dan suami pun mumet dengan tugas kantornya, dan ada hal-hal yang terjadi di luar dugaan, trus saya nyerocos ini itu, akan sia-sia, karena tidak akan ditanggapi sepatah dua katapun oleh suami, karena yang direcokin malah tidur dengan bantal menutupi kupingnya 😂

Tapi tiba-tiba malam ini..
"Bunda, makasih yaa sudah tidak memperpanjang lagi mengenai masalah kemarin"

"Ehm, masalah kemarin yang mana ya? Bunda lupa" pura-pura lupa dan ga ngerti, maklum perempuan 😝

"Tuh mulai lagi kan, katanya sudah mulai menguasai materi komunikasi produktif IIP"

Dalam hati, waduh kena deh.

"Ooh iyaa, masalah yang kemaren, iya gapapa yah, itu kan ga sepenuhnya salah ayah juga, bunda aja yang terlalu emosi" nyengir kuda 😁

"Alhamdulillah" lanjut kerja tugas kantornya

Saya? Hmm.. Ngelirik aja. Tapi tiba-tiba pengen ngejahilin yang lagi kerja tugas 😂

#hari10
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

Tuesday, 7 February 2017

Sakit Tenggorokan dan The Power Of Bisikan



Kemaren Kakak dan Adek agak sedikit gak sehat, yang lumayan berasa sakitnya kakak, karena demam dan susah nelan sampe gak mau ngomong, leher yang dimaksudnya tenggorokan, sakit katanya. Adeknya pun ikut demam, tapi sebentar saja, tidak berlanjut sampai berjam-jam lamanya.

Mungkin karena beberapa hari ini hujan deras, diikuti ac kamar yang terlalu dingin, lupa dikecilin, bangun-bangun, anak-anak ini langsung demam.

Setelah saya ukur suhu tubuhnya, alhamdulillah demam kakak tidak begitu tinggi. Untuk penanganan pertama, saya berikan campuran air garam hangat untuk dikumur-kumur, yang minimal bisa membantu meringankan sakit tenggorokan kakak.

Sedang untuk adiknya, saya hanya menyusui sesering mungkin dan juga mengecek suhu tubuhnya. Dari angka 38.3, selanjutnya demam adek turun menjadi 37.6, alhamdulillah setelahnya tidak naik lagi, malah kembali normal.

Kebetulan malamnya, kami harus ke acara doa arwah keluarga. Saat akan pergi, saya mencoba menanyakan ke kakak, apakah ia yakin akan tetap ikut dengan kondisi seperti itu (sudah tidak demam, tapi tenggorokannya masih sakit), ternyata ia tetap niat pengen ikut. Ya sudah, akhirnya kami pergi.

Sesampainya di tempat tersebut. Kakak mulai terlihat tidak nyaman dan merengek sakit alias mohutuhale 😂
Ini karena banyak keluarga yang bertanya dan mengasihaninya. Maklum, anak kecil kalo dikasihani semakin menjadilah mereka 😂

Rengekan kakakpun semakin menjadi, sebelumnya saya sudah menanyakan "kakak ingin apa? mau apa? mau makan? mau ayam? mau kue? minum?" Semuanya dibalas dengan gelengan tanpa suara. Akhirnya saya bisiki kakak. "Kak, kalau masih pengen nangis, ditanya mau ini itu ga mau ngomong, nagis rengek terus, mending kita pulang aja."

Alhamdulillah. Tiba-tiba anaknya berhenti merengek nangis. Padahal saya udah niat banget mau ngajak pulang kalo emang situasinya malah tambah ribet.

Saat saya perhatikan kakak mulai diam, saya tawari untuk makan lagi.

"Kakak, mau makan?"

"Iyaa" akhirnya bersuara 😄

"Makan nasi, ayam goreng dan santan kayak punya bunda?

"Tidak mau"

"Kalau begitu mau makan apa?"

Diam.

"Kuah sup mau?" tiba-tiba Oma Uci, ipar dari omanya bertanya.

"Iya mau" kata kakak

Alhamdulillah, akhirnya kakak mau makan juga walaupun maunya kuah sup doang.

Dan akhirnya, kuah sup yang dimakan, wortelnya aja, ayam, kentang dan lainnya disisakan 😁

Tak apalah, bagi saya itu sudah sangat cukup, daripada ngerengek terus, memilih mogok makan, mogok bersuara, setidaknya dia masih bisa memperlihatkan rasa sukanya terhadap wortel sama sekali gak hilang walaupun tenggorokannya lagi ga enak 😍


#hari9
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

Thursday, 2 February 2017

Day 4 Failed


Jadi ceritanya, kakak nangis karena tidak diizinkan untuk ada di luar rumah lagi pada jam setengah 9 malam ini. Dia keukeh mau ikutan duduk santai bareng Opanya di warung depan. Kebetulan warung depan rumah menyediakan space untuk sekedar nongkrong, ngopi dan diskusi bapak-bapak kompleks perumahan ini.

Berhubung lagi di rumah mertua, emosi kakak kadang susah dikendalikan. Ini karena ada Opa yang sangat memanjakan kakak dan menjadi pembelanya saat ia tidak mau mematuhi beberapa peraturan yang telah kami sepakati sebelumnya. Seperti jam tidur malam pukul 09.00 dan sudah harus prepare bed time satu atau setengah jam sebelumnya.

Dan komunikasi produktif untuk kakak malam inipun FAILED. Karena saya sedang meninabobokan si adek, maka saya tidak bisa langsung ikut membujuk kakak masuk ke dalam rumah. Saya meminta pak  suami yang turun langsung mengeksekusi kakak 😄

Selain karena sedang mengeloni adiknya, sayapun tidak enak hati jika harus berhadapan langsung melarang kakak untuk tidak ikut nongki bersama Opanya selarut itu.

Walhasil kakak nangis kejer dan berteriak marah, tidak ingin masuk ke dalam rumah. Apapun bujukan dan rayuan yang dikatakan Ayahnya, tidak mau ia dengarkan. Sampai akhirnya ia meronta-ronta dan sempat melayangkan sebuah pukulan saat dipeluk paksa Ayahnya untuk masuk.

Setibanya di kamar, seperti biasa, saya pasti akan bertanya "kakak kenapa?" Berusaha untuk mendengarkan perasaannya terlebih dahulu agar bisa ikut merasakan emosinya, tentunya dengan menunggu sebentar saat tangisannya mulai sedikit reda.

Dan dari ceritanya, sebenarnya saat Ayah mulai memaksanya masuk, ia masih ingin dibujuk oleh Opanya untuk sebentar saja berada disitu, dan nanti setelah itu, Opa akan langsung membawanya masuk ke dalam lagi.

Jadiii komunikasi produktif malam ini dinyatakan gagal, karena mungkin saat meminta kakak untuk masuk dan kakak banyak melakukan perlawanan, memaksa Pak suami untuk bertindak tegas tanpa berusaha bernegosiasi lagi menuruti keinginan terakhir kakak.

Dan di video ini, saya meminta kakak untuk meminta maaf langsung ke Ayahnya. Tapi sebelumnya Ayah sudah terlebih dulu meminta maaf ke kakak. Bahkan setelah mengantar kakak ke kamar, Ayah sempat meredakan emosinya sendiri dengan mencuci muka dan meminum segelas air 😂
Yes i know u well pak suami, saya tau dirimu sebenarnya tidak akan setega itu memaksa kakak dengan sebegitu kerasnya malam ini 😆



Terkadang hidup tidak akan selalu sejalan dengan apa yang kita impikan, sedikit keluar dari jalannya, membuat kita belajar proses mengejar impian.




#day4
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip
#ceritainka

Monday, 30 January 2017

Monopoli Biskuit Hingga Ikut Merapikan Kamar


Assalamualaikum..
Komunikasi produktif
Tantangan hari keduaaaa 😆


"Tidak mauuuu..! Ini punya kakak! Tidak mauuuu!!!" Terdengar rengekan teriakan kakak dan tangisan adek.

Kekacauan kecil yang terjadi di bawah, memaksa saya untuk turun melihat keadaan tersebut. Ternyata kakak tidak ingin berbagi biskuit dengan adek. Padahal biskuit tersebut, biskuit bayi milik adiknya.

Biasanya jika lagi dalam keadaan sedang sibuk dengan tugas rumah tangga, mendengar kekacauan yang disebabkan oleh anak-anak, saya akan refleks teriak bertanya apa yang terjadi dari tempat saya, dibanding datang mendekat dan bertanya dengan pelan dan lembut kepada anak-anak, sebab terkadang saya merasa agak rempong untuk mencoba berhenti dari aktivitas yang sedang saya lakukan. Tanggung wkwkwk. Adakah yang sama? (Nyari temen) 😂😂😂

Akan tetapi, saat mulai mengambil ancang-ancang untuk teriak ingin bertanya seperti biasanya, tiba-tiba saya langsung teringat jika saat ini sedang belajar tantangan komunikasi produktif. Walhasil teriakan ingin bertanya "kakaak kenapaaa? Ada aapaaaa?" hanya mampu tercekat sampai di sela ditenggorokan saja.

Sebenarnya saat kejadian tersebut, ada Oma yang sedang menjaga dan bermain bersama adek. Tapi kedengarannya Oma pun mulai tidak bisa menangani kemauan kakak yang ingin menguasai biskuit itu. Maklum, kakak belum bisa sepenuhnya mengatasi rasa cemburu terhadap adiknya, sehingga membuatnya ingin selalu memonopoli hampir semua barang milik adek.

Bergegas saya datangi mereka, ternyata kakak sudah mulai mau berbagi biskuit tersebut, hanya saja dengan syarat, ia sendiri yang harus menyuapi adiknya. Sementara si adek lebih memilih untuk memasukkan biskuit itu ke dalam mulut dengan sendirinya. Jadilah kembali terjadi pertengkaran kecil antara keduanya. Melihat hal ini, yang terlintas dipikiran saya hanyalah; bagaimana caranya menyudahi kekacauan ini sehingga saya bisa melanjutkan aktivitas sebelumnya dengan segera.

Saya: "Kak, kayaknya adek lebih suka makan sendiri, kayak kakak kecil dulu, maunya makan sendiri, tidak mau disuapi"

Kakak: "Kalo gak mau disuapi, yasudah.. Adek gak usah makan" Waduuuh kayaknya karakter keras kepala bunda nurun ke anaknya nih wkwkwk 😂

Saya: "Jangan gitu dong kak, ini kan sebenarnya biskuit bayi, biskuit ini dibuat khusus untuk anak bayi yang belum punya gigi, kan gigi kakak udah ada semua, udah lengkap malah.." Sambil liatin giginya dengan takjub "tuh kan gigi kakak udah lengkap semua, bagus lagi, gak ada bolongnya, kakak hebat ya ngerawat gigi" sembari ngasih 2 jempol dan nyium pipi kakak.

Kakak: "iya yaa, gigi kakak lengkap dan gak ombong ya bun" dengan riang memamerkan giginya.

Dalam hati, alhamdulillah fokus kakak mulai bisa teralihkan. Saatnya membujuk untuk menyudahi kekacauan ini.

Saya: "Ompong kak.. Bukan ombong hehehe"

Saya: "Kak, gimana kalo kakak bantu bunda rapiin kamar dan ganti seprei. Mau?"

Tiba-tiba anaknya langsung bersorak "mauuu mauuuu ayooo bundaa" sambil ngasih biskuit dan bungkusnya ke tangan Oma dan segera menarik tangan saya menuju ke kamar kami.

Dan taraaaa..
Inilah sebagian foto dan video kakak yang ikut membantu saya merapikan kamar dan mengganti seprei tempat tidur kami.








#hari2
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

Sunday, 29 January 2017

Sarapan Nasi Kuning

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamualaikum..

Alhamdulillah mulai nulis postingan lagi berkaitan dengan NHW kelas Ibu Profesional. Karena kemaren sudah lulus kelas matrikulasinya, sekarang ada kelas lanjutan Bunda Sayang IIP. NHW nya apakah tetap sama? Gak dong, nhw nya tentu berbeda.

Untuk materi pertama, diawali dengan Komunikasi Produktif, nhw nya lebih mirip seperti game atau challenge untuk melihat kekonsistenan para anggota kelas bunsay.

Jadi utk NHW #1 bulan ini, kami diminta membuat family forum sebagai sarana komunikasi keluarga dan menceritakannya melalui narasi pendek (boleh disertai dengan foto/video) dengan jangka waktu 10 hari.

Pas banget hari ini weekend, semua anggota inti keluarga pada lengkap. Pak suami dan kakak yang hari-hari sebelumnya sedang tidak di rumah, bisa berkumpul kembali. Makanya sebenarnya postingan tantangan hari pertama saya agak telat dibanding teman-teman lainnya, yang saat ini sudah masuk tantangan hari ke-2, 3, dan 4. Tapi gpp, yang dilihat adalah konsistensinya kan yaa? 😁

Jadi, subuh pagi tadi seperti biasa adek sudah ikut bangun dan mulai mengganggu kakak yang masih tidur. Tak lama kemudian, mulai terdengar suara kakak yang merengek gak jelas. Setelah saya dekati dan tanya;

Saya: "kakak kenapa?"

Kakak: "ndjajdib&zbxjksn.. lapar.." dengan suara yang kurang jelas, tapi kata lapar di akhir kalimatnya terdengar jelas

Saya: "kakak lapar? Mau makan?"

Kakak: "hu'uum.." Jawabnya masih sambil ngantuk hehe

Saya: "yasudah, ayo bangun.. kakak makan bubur adek aja dulu ya?"

Tiba-tiba anaknya malah nangis dan ngomong gak mau. Pas ditanya lagi mau makan apa, katanya pengen makan nasi kuning.

Jadilah pagi ini kami berjalan pagi ke tempat jualan nasi kuning, kebetulan jaraknya agak dekat dari rumah. Dan ini videonya 😄

#hari1
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip


Sunday, 18 December 2016

Nice Homework #9

BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN

 

Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.
Rumus yang kita pakai :

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur. Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yg sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.
Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan di bawah ini:
Selamat menjadi agen perubahan
Karena,

Everyone is a Changemaker
(Setiap orang adalah agen perubahan)




Minat, Hobi, Ketertarikan
  • Dunia Parenting *fokus utama*
  • Interaksi Sosial (hubungan antar sesama manusia)

Hard Skill:
  • Menulis
  • Mengikuti komunitas/kelas parenting, kelas sosial
  • Membaca buku atau artikel parenting,
  • Sharing bersama ibu ibu yang mempunyai visi dan misi yang sama
  • Ikut seminar parenting,

Soft Skill:
  • Komitmen yang kuat
  • Konsistensi
  • Ketekunan
  • Disiplin
  • Konsep
  • Planning yang jelas 

Isu Sosial: 
  • Kekerasan pada anak
  • Pola asuh yang salah
  • Pergaulan bebas/kenakalan remaja
  • Tantangan mendidik anak di era digital

Masyarakat:
  • Orang tua, orang tua baru
  • Para ibu muda
  • Keluarga
  • Teman
  • Kenalan
  • Pembaca

Ide Sosial:
  • Menulis melalui blog dan media sosial lainnya


Alhamdulillaaaaah
Bergabung dengan kelas matrikulasi selama 2 bulan lebih ini, membuat saya banyak menemukan sesuatu yang baru bukan hanya sebagai seorang IBU tapi juga sebagai pribadi yang mampu melihat bakat dan tujuan diri, memiliki visi misi yang jelas menjalani hari kedepan. Kelas ini benar-benar menggali diri saya lebih dalam, menjadikan saya kembali merenungi untuk apa saya dihadirkan di dunia ini, di negara ini, di kota ini, di lingkungan ini, di keluarga ini, di antara suami dan anak-anak. Sungguh seratus ribu yang saya keluarkan tidak sebanding dengan ilmu yang saya dan teman-teman dapatkan di kelas ini.

Dan dengan selesainya NHW #9 ini, maka akan segera berakhir pula kelas online Matrikulasi Ibu Profesional. Terimakasih untuk Ibu Septi Peni Wulandani dan tim, para Fasilitator kami yang baik hati, yang menjalankan tugasnya dengan sangat baik, mbak Shanty Dewi Arifin, mbak Rindu Rahmiasih dan mbak Novi Fitriani, Ketua Kelas mbak Destyka Putri, para Koordinator Mingguan serta teman-teman anggota kelas matrikulasi dari berbeda pulau sampai beda benua yang saling menginspirasi, menyemangati, mendukung, sharing berbagai hal tanpa pamrih. Aaah love you all 😚 Agak sedikit sedih mengingat kelas ini akan segera berakhir huhuhu..

So, this is it tugas NHW terakhir saya
Semoga kedepannya masih ada kelas lanjutan lagiii
Biar semangat dan selalu termotivasi terus untuk menjadi seorang Ibu Profesional

with LOVE


Friday, 16 December 2016

Nice Homework #8

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS


Bismillahirrohmanirrohiim

Setelah berkali-kali membaca soal NHW #8 ini, saya menunggu mood baik untuk menuliskan nhw ini, tanpa mau berpikir waktu deadline yang akan segera tiba.
Entahlah ada kebingungan yang melanda saat akan menjawab point pertama dari tugas ini, yaitu mengambil salah satu aktivitas dari kuadran suka dan bisa, di nhw sebelumnya.

Saya bingung, karena beberapa aktivitas yang saya tuliskan di kuadran tersebut, tidak pernah terlintas di pikiran saya untuk menjadikan salah satu dari mereka menjadi bagian penting untuk saya fokuskan masuk dalam misi hidup menunjang produktivitas keluarga. Akan tetapi ada baiknya kita coba. Lets find out! 😉


A. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)


👉 menulis


B. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)


👉 seorang ibu yang bisa menulis atau lebih ke sharing mengenai hal hal yang berhubungan dengan parenting

2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

👉 membuat jurnal parenting anak berdasarkan pengalaman sendiri

3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

👉 skill dan tehnik menulis
👉 komitmen dan konsistensi yang tinggi
👉 pengetahuan mengenai dunia parenting


C. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:


1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)?

👉 Akhirat, surga Allah, hidup tenang, ikhlas dan bahagia

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan)?

👉 menjadi istri solihah
👉 menjadi ibu profesional

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)?

👉 menguasai ilmu bunda sayang
👉 menjadi pribadi yang mandiri, tegas, sabar, positif dan berpikir lurus ke depan
👉 meningkatkan kualitas ibadah
👉 menghindari keluhan
👉 meningkatkan rasa syukur sampai ke level selanjutnya


pic from google