Memiliki suami cuek, tidak romantis dan agak sedikit tertutup (introvert) bukanlah keinginan saya.
Tapi apa daya, jika Allah ternyata berkehendak lain, menjadikan saya tulang rusuknya dan menjadikannya suami serta ayah bagi anak-anak kami.
Saya yang punya karakter periang, ceplas ceplos, suka bercerita apa saja pada orang-orang terdekat, lebih terbuka, sensitif, suka dengan keteraturan dan hal-hal romantis, sangat bertolak belakang dengan suami.
Jadi untuk sesi game atau challenge 10 hari komunikasi produktif ini, jujur saya lebih suka menggunakan materi komunikasi ini bersama kakak atau anak tertua saya. Lebih dapat gregetnya, mungkin karena ada banyak emosi yang turut ikut bermain di dalamnya.
Saya tidak mengatakan bahwa komunikasi produktif ini tidak berjalan dengan lancar antara saya dan suami. Hanya saja sedikit permainan emosi di dalamnya, tidak seperti yang saya rasakan jika melakukan komunikasi produktif dengan kakak yang sungguh sangat mengocok-ngocok kestabilan emosi saya. Karena sudah sama-sama dewasa dan berpikiran lebih jernih maka komunikasi kami alhamdulillah baik dan lancar, bahkan terstruktur dengan rapi, apa saja yang ingin kami lakukan ke depannya, sering kami diskusikan bahkan selalu kami akhiri di atas sebuah kertas, baik dari family rules, resolusi untuk tahun ini, planning 3-5 tahun ke depan, visi misi keluarga dan lain sebagainya, sudah tertuang dengan sangat rinci di family book kami.
Minusnya mungkin di saat saya moodnya lagi ga bagus dan suami pun mumet dengan tugas kantornya, dan ada hal-hal yang terjadi di luar dugaan, trus saya nyerocos ini itu, akan sia-sia, karena tidak akan ditanggapi sepatah dua katapun oleh suami, karena yang direcokin malah tidur dengan bantal menutupi kupingnya 😂
Tapi tiba-tiba malam ini..
"Bunda, makasih yaa sudah tidak memperpanjang lagi mengenai masalah kemarin"
"Ehm, masalah kemarin yang mana ya? Bunda lupa" pura-pura lupa dan ga ngerti, maklum perempuan 😝
"Tuh mulai lagi kan, katanya sudah mulai menguasai materi komunikasi produktif IIP"
Dalam hati, waduh kena deh.
"Ooh iyaa, masalah yang kemaren, iya gapapa yah, itu kan ga sepenuhnya salah ayah juga, bunda aja yang terlalu emosi" nyengir kuda 😁
"Alhamdulillah" lanjut kerja tugas kantornya
Saya? Hmm.. Ngelirik aja. Tapi tiba-tiba pengen ngejahilin yang lagi kerja tugas 😂
#hari10
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip