Assalamualaikum..
Masih dengan melatih tahap kemandirian kakak dalam hal mencocokkan warna. Seingat saya, kali itu saya ditarik paksa dengan tiba-tiba ke arah ruang tengah.
"Bunda, sini coba lihat!"
Dengan kaget dan penasaran, sayapun mengikutinya.
"Kakak lagi bikin ini" sambil nunjuk ke beberapa pegangan atau stik sedotan balon yang dijejerin dan dipasangkan dengan warna yang sama.
"Kemaren kata bunda, kakak masih belum bisa mencocokkan warna, nih ini buktinya kakak bisa kok!" dengan nada pamer dan mulut sedikit manyun.
"Ini kakak yang atur dan bikin sendiri? Bunda coba bikin acak dan kakak atur lagi boleh?" Tanya saya iseng. Bukan ga percaya sama anaknya sih, tapi pengen ngetes lagi aja hehehe.
"Hmm.. Oke, boleh" Ada sedikit nada kecewa sepertinya.
"Kalo gitu ga jadi deh, bunda percaya sama kakak" sambil senyum. "Sebentar bunda ambil hp dan foto lagi ya?"
"Okeeey yes!" seperti biasa, langsung riang dan semangat lagi.
Jadi sebelumnya kakak bukannya belum bisa mencocokkan atau mengelompokkan pasangan warna. Sudah bisa, tapi entahlah kadang untuk warna biru dan hijau masih sering ketukar. Apalagi pas ketemu warna tosca, nyebutnya pasti biru hehe. Masih bisa dimaklumi sih, karena untuk milah-milih warna, apalagi warna turunan seperti turqoise, magenta, dll, kita orang dewasa aja kadang ribet nyebutnya masuk warna apa 😂
Tapi saya yakin, nanti kalo udah gedean dikit, kakak pasti sudah bisa tau dan mengelompokkan berbagai warna. Kita saja sebagai orang tua yang tidak sabaran, terlalu terburu-buru ingin anak menjadi lebih cepat tahu segalanya, padahal semua anak tumbuh dan kembangnya berbeda satu sama lain.
#level2
#melatihkemandirian
#kuliahbunsayiip



No comments:
Post a Comment