Assalamualaikum
Masuk challenge hari ke-7 (walaupun tugasnya dirapel sekalian di 2 hari terakhir menuju deadline, tapi dokumentasi tahapan skillnya udah dipreparin lebih dulu 😁). Entah kenapa tiba-tiba langsung punya mood untuk nulis dan selesain tugas ini.
So, kali ini kakak mau lanjutin praktek memotong kuku sendiri.
Kayaknya setelah dipikir-pikir, skill memotong kuku ini agak kecepetan materinya untuk kakak hmm. Tapi, karena sudah terlanjur saya masukkan dalam daftar skill yang ingin dilatihkan, trus anaknya pas ditawarin juga mau, ga nolak, malah happy, ya ga papa lah yaa, yang penting anak senang ibunya pun lanjut tenang bikin tugas 😂
Eeh tapi, pas liatin kakak motong kuku sendiri, karena belum rapi, masih ada tajam-tajamnya terutama dibagian pinggiran kuku, dan kuku jari tangan kanannya yang bahkan belum bisa dipotong dengan benar. Saya jadi gemes sendiri pengen rapihin. Ujung-ujungnya saya rapihin lagi. Saya mintanya yang dipotong sebisanya kakak saja.
Kalau yang kemaren dia agak susah motong kuku di bagian jari manis, kelingking, dan semua jari tangan kanan, kali ini saya biarin dia mulai mengekseskusi semua kuku jarinya sesuka hati. Dan sekali lagi, se-bi-sa-nya.
Akhirnya, wujud asli hasil potongan kuku kakak sebelum dirapihin bunda, seperti ini.
![]() |
| Before (potong kuku sendiri) |
Dan ini penampakan afternya.
![]() |
| After (dirapihin bunda) |
Alhamdulillah, lumayan. Minimal selain belajar cara potong kuku sendiri, kakak bisa sekalian belajar tanggung jawab secara tidak langsung. Belajar tanggung jawabnya dimana? Dengan kakak menyelesaikan skill memotong kesemua jari kukunya (fix 10 jari, kalo kemaren kan 3 jari aja, selanjutnya saya lanjutin), walaupun masih jauh dari kata rapi, tapi bersyukur kakak sudah sangat responsible dengan prakteknya. Ada niat untuk mau menyelesaikan ke sepuluh kuku jari tangan, walaupun nanti akhirnya saya bantu rapihkan lagi 😆
#level2
#melatihkemandirian
#kuliahbunsayiip











