Assalamualaikum..
Komunikasi produktif
Tantangan hari keduaaaa 😆
"Tidak mauuuu..! Ini punya kakak! Tidak mauuuu!!!" Terdengar rengekan teriakan kakak dan tangisan adek.
Kekacauan kecil yang terjadi di bawah, memaksa saya untuk turun melihat keadaan tersebut. Ternyata kakak tidak ingin berbagi biskuit dengan adek. Padahal biskuit tersebut, biskuit bayi milik adiknya.
Biasanya jika lagi dalam keadaan sedang sibuk dengan tugas rumah tangga, mendengar kekacauan yang disebabkan oleh anak-anak, saya akan refleks teriak bertanya apa yang terjadi dari tempat saya, dibanding datang mendekat dan bertanya dengan pelan dan lembut kepada anak-anak, sebab terkadang saya merasa agak rempong untuk mencoba berhenti dari aktivitas yang sedang saya lakukan. Tanggung wkwkwk. Adakah yang sama? (Nyari temen) 😂😂😂
Akan tetapi, saat mulai mengambil ancang-ancang untuk teriak ingin bertanya seperti biasanya, tiba-tiba saya langsung teringat jika saat ini sedang belajar tantangan komunikasi produktif. Walhasil teriakan ingin bertanya "kakaak kenapaaa? Ada aapaaaa?" hanya mampu tercekat sampai di sela ditenggorokan saja.
Sebenarnya saat kejadian tersebut, ada Oma yang sedang menjaga dan bermain bersama adek. Tapi kedengarannya Oma pun mulai tidak bisa menangani kemauan kakak yang ingin menguasai biskuit itu. Maklum, kakak belum bisa sepenuhnya mengatasi rasa cemburu terhadap adiknya, sehingga membuatnya ingin selalu memonopoli hampir semua barang milik adek.
Bergegas saya datangi mereka, ternyata kakak sudah mulai mau berbagi biskuit tersebut, hanya saja dengan syarat, ia sendiri yang harus menyuapi adiknya. Sementara si adek lebih memilih untuk memasukkan biskuit itu ke dalam mulut dengan sendirinya. Jadilah kembali terjadi pertengkaran kecil antara keduanya. Melihat hal ini, yang terlintas dipikiran saya hanyalah; bagaimana caranya menyudahi kekacauan ini sehingga saya bisa melanjutkan aktivitas sebelumnya dengan segera.
Saya: "Kak, kayaknya adek lebih suka makan sendiri, kayak kakak kecil dulu, maunya makan sendiri, tidak mau disuapi"
Kakak: "Kalo gak mau disuapi, yasudah.. Adek gak usah makan" Waduuuh kayaknya karakter keras kepala bunda nurun ke anaknya nih wkwkwk 😂
Saya: "Jangan gitu dong kak, ini kan sebenarnya biskuit bayi, biskuit ini dibuat khusus untuk anak bayi yang belum punya gigi, kan gigi kakak udah ada semua, udah lengkap malah.." Sambil liatin giginya dengan takjub "tuh kan gigi kakak udah lengkap semua, bagus lagi, gak ada bolongnya, kakak hebat ya ngerawat gigi" sembari ngasih 2 jempol dan nyium pipi kakak.
Kakak: "iya yaa, gigi kakak lengkap dan gak ombong ya bun" dengan riang memamerkan giginya.
Dalam hati, alhamdulillah fokus kakak mulai bisa teralihkan. Saatnya membujuk untuk menyudahi kekacauan ini.
Saya: "Ompong kak.. Bukan ombong hehehe"
Saya: "Kak, gimana kalo kakak bantu bunda rapiin kamar dan ganti seprei. Mau?"
Tiba-tiba anaknya langsung bersorak "mauuu mauuuu ayooo bundaa" sambil ngasih biskuit dan bungkusnya ke tangan Oma dan segera menarik tangan saya menuju ke kamar kami.
Dan taraaaa..
Inilah sebagian foto dan video kakak yang ikut membantu saya merapikan kamar dan mengganti seprei tempat tidur kami.
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip


