Tuesday, 7 February 2017

Sakit Tenggorokan dan The Power Of Bisikan



Kemaren Kakak dan Adek agak sedikit gak sehat, yang lumayan berasa sakitnya kakak, karena demam dan susah nelan sampe gak mau ngomong, leher yang dimaksudnya tenggorokan, sakit katanya. Adeknya pun ikut demam, tapi sebentar saja, tidak berlanjut sampai berjam-jam lamanya.

Mungkin karena beberapa hari ini hujan deras, diikuti ac kamar yang terlalu dingin, lupa dikecilin, bangun-bangun, anak-anak ini langsung demam.

Setelah saya ukur suhu tubuhnya, alhamdulillah demam kakak tidak begitu tinggi. Untuk penanganan pertama, saya berikan campuran air garam hangat untuk dikumur-kumur, yang minimal bisa membantu meringankan sakit tenggorokan kakak.

Sedang untuk adiknya, saya hanya menyusui sesering mungkin dan juga mengecek suhu tubuhnya. Dari angka 38.3, selanjutnya demam adek turun menjadi 37.6, alhamdulillah setelahnya tidak naik lagi, malah kembali normal.

Kebetulan malamnya, kami harus ke acara doa arwah keluarga. Saat akan pergi, saya mencoba menanyakan ke kakak, apakah ia yakin akan tetap ikut dengan kondisi seperti itu (sudah tidak demam, tapi tenggorokannya masih sakit), ternyata ia tetap niat pengen ikut. Ya sudah, akhirnya kami pergi.

Sesampainya di tempat tersebut. Kakak mulai terlihat tidak nyaman dan merengek sakit alias mohutuhale 😂
Ini karena banyak keluarga yang bertanya dan mengasihaninya. Maklum, anak kecil kalo dikasihani semakin menjadilah mereka 😂

Rengekan kakakpun semakin menjadi, sebelumnya saya sudah menanyakan "kakak ingin apa? mau apa? mau makan? mau ayam? mau kue? minum?" Semuanya dibalas dengan gelengan tanpa suara. Akhirnya saya bisiki kakak. "Kak, kalau masih pengen nangis, ditanya mau ini itu ga mau ngomong, nagis rengek terus, mending kita pulang aja."

Alhamdulillah. Tiba-tiba anaknya berhenti merengek nangis. Padahal saya udah niat banget mau ngajak pulang kalo emang situasinya malah tambah ribet.

Saat saya perhatikan kakak mulai diam, saya tawari untuk makan lagi.

"Kakak, mau makan?"

"Iyaa" akhirnya bersuara 😄

"Makan nasi, ayam goreng dan santan kayak punya bunda?

"Tidak mau"

"Kalau begitu mau makan apa?"

Diam.

"Kuah sup mau?" tiba-tiba Oma Uci, ipar dari omanya bertanya.

"Iya mau" kata kakak

Alhamdulillah, akhirnya kakak mau makan juga walaupun maunya kuah sup doang.

Dan akhirnya, kuah sup yang dimakan, wortelnya aja, ayam, kentang dan lainnya disisakan 😁

Tak apalah, bagi saya itu sudah sangat cukup, daripada ngerengek terus, memilih mogok makan, mogok bersuara, setidaknya dia masih bisa memperlihatkan rasa sukanya terhadap wortel sama sekali gak hilang walaupun tenggorokannya lagi ga enak 😍


#hari9
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kelasbunsayiip

No comments:

Post a Comment