Sunday, 18 December 2016

Nice Homework #9

BUNDA sebagai AGEN PERUBAHAN

 

Bunda, kalau sudah menemukan passion (ketertarikan minat) ada di ranah mana, mulailah lihat isu sosial di sekitar anda, maka belajar untuk membuat solusi terbaik di keluarga dan masyarakat.
Rumus yang kita pakai :

PASSION + EMPHATY = SOCIAL VENTURE

Social venture adalah suatu usaha yang didirikan oleh seorang social enterpreneur baik secara individu maupun organisasi yang bertujuan untuk memberikan solusi sistemik untuk mencapai tujuan sosial yang berkelanjutan.

Sedangkan social enterpreneur adalah orang yg menyelesaikan isu sosial di sekitarnya menggunakan kemampuan enterpreneur. Sehingga bunda bisa membuat perubahan di masyarakat diawali dari rasa emphaty, membuat sebuah usaha yang berkelanjutan diawali dengan menemukan passion dan menjadi orang yang merdeka menentukan nasib hidupnya sendiri.

Hal ini akan membuat kita bisa menyelesaikan permasalahan sosial di sekitar kita dengan kemampuan enterpreneur yang kita miliki. Sehingga untuk melakukan perubahan tidak perlu menunggu dana dari luar, tapi cukup tekad kuat dari dalam.

Mulailah dari yg sederhana, lihat diri kita, apa permasalahan yg kita hadapi selama ini, apabila kita bisa menyelesaikan permasalahan kita, dan membagikan sebuah solusi, bisa jadi ini menjawab permasalahan yg dihadapi oleh orang lain. Karena mungkin banyak di luar sana yg memiliki permasalahan yg sama dengan kita.

Setelah selesai dengan permasalahan kita sendiri, baru keluar melihat isu sosial yg ada di sekitar kita.
Bagaimana caranya? Isilah bagan-bagan di bawah ini:
Selamat menjadi agen perubahan
Karena,

Everyone is a Changemaker
(Setiap orang adalah agen perubahan)




Minat, Hobi, Ketertarikan
  • Dunia Parenting *fokus utama*
  • Interaksi Sosial (hubungan antar sesama manusia)

Hard Skill:
  • Menulis
  • Mengikuti komunitas/kelas parenting, kelas sosial
  • Membaca buku atau artikel parenting,
  • Sharing bersama ibu ibu yang mempunyai visi dan misi yang sama
  • Ikut seminar parenting,

Soft Skill:
  • Komitmen yang kuat
  • Konsistensi
  • Ketekunan
  • Disiplin
  • Konsep
  • Planning yang jelas 

Isu Sosial: 
  • Kekerasan pada anak
  • Pola asuh yang salah
  • Pergaulan bebas/kenakalan remaja
  • Tantangan mendidik anak di era digital

Masyarakat:
  • Orang tua, orang tua baru
  • Para ibu muda
  • Keluarga
  • Teman
  • Kenalan
  • Pembaca

Ide Sosial:
  • Menulis melalui blog dan media sosial lainnya


Alhamdulillaaaaah
Bergabung dengan kelas matrikulasi selama 2 bulan lebih ini, membuat saya banyak menemukan sesuatu yang baru bukan hanya sebagai seorang IBU tapi juga sebagai pribadi yang mampu melihat bakat dan tujuan diri, memiliki visi misi yang jelas menjalani hari kedepan. Kelas ini benar-benar menggali diri saya lebih dalam, menjadikan saya kembali merenungi untuk apa saya dihadirkan di dunia ini, di negara ini, di kota ini, di lingkungan ini, di keluarga ini, di antara suami dan anak-anak. Sungguh seratus ribu yang saya keluarkan tidak sebanding dengan ilmu yang saya dan teman-teman dapatkan di kelas ini.

Dan dengan selesainya NHW #9 ini, maka akan segera berakhir pula kelas online Matrikulasi Ibu Profesional. Terimakasih untuk Ibu Septi Peni Wulandani dan tim, para Fasilitator kami yang baik hati, yang menjalankan tugasnya dengan sangat baik, mbak Shanty Dewi Arifin, mbak Rindu Rahmiasih dan mbak Novi Fitriani, Ketua Kelas mbak Destyka Putri, para Koordinator Mingguan serta teman-teman anggota kelas matrikulasi dari berbeda pulau sampai beda benua yang saling menginspirasi, menyemangati, mendukung, sharing berbagai hal tanpa pamrih. Aaah love you all 😚 Agak sedikit sedih mengingat kelas ini akan segera berakhir huhuhu..

So, this is it tugas NHW terakhir saya
Semoga kedepannya masih ada kelas lanjutan lagiii
Biar semangat dan selalu termotivasi terus untuk menjadi seorang Ibu Profesional

with LOVE


Friday, 16 December 2016

Nice Homework #8

MISI HIDUP DAN PRODUKTIVITAS


Bismillahirrohmanirrohiim

Setelah berkali-kali membaca soal NHW #8 ini, saya menunggu mood baik untuk menuliskan nhw ini, tanpa mau berpikir waktu deadline yang akan segera tiba.
Entahlah ada kebingungan yang melanda saat akan menjawab point pertama dari tugas ini, yaitu mengambil salah satu aktivitas dari kuadran suka dan bisa, di nhw sebelumnya.

Saya bingung, karena beberapa aktivitas yang saya tuliskan di kuadran tersebut, tidak pernah terlintas di pikiran saya untuk menjadikan salah satu dari mereka menjadi bagian penting untuk saya fokuskan masuk dalam misi hidup menunjang produktivitas keluarga. Akan tetapi ada baiknya kita coba. Lets find out! πŸ˜‰


A. Ambil salah satu dari ranah aktivitas yang sudah teman-teman tulis di kuadran SUKA dan BISA (lihat NHW#7)


πŸ‘‰ menulis


B. Setelah ketemu satu hal, jawablah pertanyaan “BE  DO HAVE” di bawah ini :
1. Kita ingin menjadi apa ? (BE)


πŸ‘‰ seorang ibu yang bisa menulis atau lebih ke sharing mengenai hal hal yang berhubungan dengan parenting

2. Kita ingin melakukan apa ? (DO)

πŸ‘‰ membuat jurnal parenting anak berdasarkan pengalaman sendiri

3. Kita ingin memiliki apa? (HAVE)

πŸ‘‰ skill dan tehnik menulis
πŸ‘‰ komitmen dan konsistensi yang tinggi
πŸ‘‰ pengetahuan mengenai dunia parenting


C. Perhatikan 3 aspek dimensi waktu di bawah ini dan isilah:


1. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu kehidupan kita (lifetime purpose)?

πŸ‘‰ Akhirat, surga Allah, hidup tenang, ikhlas dan bahagia

2.Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 5-10 tahun ke depan (strategic plan)?

πŸ‘‰ menjadi istri solihah
πŸ‘‰ menjadi ibu profesional

3. Apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu satu tahun (new year resolution)?

πŸ‘‰ menguasai ilmu bunda sayang
πŸ‘‰ menjadi pribadi yang mandiri, tegas, sabar, positif dan berpikir lurus ke depan
πŸ‘‰ meningkatkan kualitas ibadah
πŸ‘‰ menghindari keluhan
πŸ‘‰ meningkatkan rasa syukur sampai ke level selanjutnya


pic from google


Sunday, 4 December 2016

Nice Homework #7


Tahapan Menuju Bunda Produktif


Bismillahirrahmanirrohim

Assalamualaikum
Hai haiii.. Pekan ke 7 kuliah online matrikulasi, tak terasa sudah mau hampir 2 bulan lamanya menimba ilmu di sini. Alhamdulillah masih semangat belajar walaupun raga lagi tidak fit karena cuaca yang tidak bersahabat πŸ˜†

Jadi, pekan ini kami ditugaskan untuk mengkonfirmasi apa yang sudah ditemukan selama ini pada beberapa NHW sebelumnya, dengan tools Talents Maping yang dibuat oleh Abah Rama di temubakat.com
 
A.  Mengetahui tipe kekuatan diri ST30 (strength typology)
Berdasarkan hasil st30 beberapa sifat potensial kekuatan yang saya miliki seperti terlihat pada gambar di bawah:

  1. Servicing (Melayani Orang)
  • Caretaker: menaruh perhatian atau merawat orang
  • Server: melayani dan mendahulukan orang lain

  1. Technical (Motivasi Diri Outside)
  • Distributor: selalu berpikir pasti ada jalan atau cara yang lebih baik

  1. Elementary (Motivasi Diri Inside)
  • Journalist: senang mengkomunikasikan ide, suka mengumpulkan berbagai informasi atau teratur

  1. Generating Idea (Otak Kanan/Intuitif)
  • Marketer: berpikiran strategis, senang mengkomunikasikan sesuatu, banyak ide dan senang menonjolkan kelebihan


Berhubung saya hanya bisa mengartikan hasilnya dari panduan membaca hasil dan belum terlalu puas sepertinya, maka saya meminta bantuan seorang teman yang ahli dalam membaca hsil st30 ini, namanya mbak Rima. Kebetulan mbak Rima ikut masuk dalam kelas online matrikulasi ini dan alhamdulillah beliaupun menawarkan bantuan kepada kami untuk membaca hasil st30 melalui via wapri (whatsapp pribadi)

Dan ini hasil yang dibacakan mbak Rima, sepertinya tidak jauh beda dengan hasil yang saya coba baca sendiri 😁

Mba Inka adalah orang yang senang melayani, senang berbagi, emphati, dan suka membantu orang lain.
Teratur, menyukai aturan2, bertanggung jawab dan pekerja keras.
Mudah menyesuaikan diri, senang menjelaskan sesuatu baik secara lisan maupun tulisan, dan suka pekerjaan rutin. Juga senang membuat tulisan rutin.
Banyak ide, senang berfikiran strategis, dan suka menonjolkan kelebihan yg dimiliki atau yang ada padanya.
Kemampuan potensial positif yg dimiliki ada di bidang pelayanan, teknik, dan membuat ide.
Sedangkan untuk sifat potensial kelemahan mba Inka, jika berhubungan dengan pengolahan data, pengelolaan keuangan dan konsistensi.

Well, seperti itulah hasilnya. Thanks to mbak Rima yang sudah membantu πŸ™

Next..

B. Membuat kuadran aktivitas



Kuadran  1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
  • Belajar sesuatu yang baru
  • Membaca
  • Menulis
  • Story telling
  • Shopping
  • Membaca mimik/ekspresi wajah, bahasa/gerak tubuh seseorang 😁
Kuadran 2  : Aktivitas yang anda SUKA tetapi anda TIDAK BISA
  • Memasak kue
  • Menjahit pakaian jadi
  • Crafting
  • Traveling
  • Culinary/kuliner
  • Main alat musik
  • Ikut kegiatan sosial
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda  BISA
  • Mencuci piring/pakaian
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA
  • Olahraga
  • Mengolah data
  • Mekanik

Tuesday, 29 November 2016

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2

MENJADI IBU PROFESIONAL

KEBANGGAAN KELUARGA



Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #2? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?


πŸ€APA ITU IBU PROFESIONAL?

Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;

Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :

a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

πŸ€APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?

Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.

πŸ€MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

1. Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. Meningkatkan rasa percaya diri  ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

πŸ€VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.

πŸ€BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?

Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya

b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.

c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri  ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya

d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

πŸ€APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?

“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”

Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena  anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.

Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :

BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan

Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto

Salam Ibu Profesional


/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

πŸ“šSUMBER BACAAN:
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #1

ADAB MENUNTUT ILMU


Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah
perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu
menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu,
sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa
orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu
tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa
yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang
sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang
paling didahulukan sebelum ILMU

ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin
mencarinya

Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut
ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri
dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri
dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu
itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab
menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

*Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan*

Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik,
sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari
Ibunya

ADAB PADA DIRI SENDIRI

a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke
dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu
itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling
awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c. Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu
ilmu sedang disampaikan.

d. Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang,
membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua
runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu
disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar
mudah untuk diamalkan.

ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)

a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati,
menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha
Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau
menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan
memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru
berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru
mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu
mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang
disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta
ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh
disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan
kita.

ADAB TERHADAP SUMBER ILMU

a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk
buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan "sceptical thinking" dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.

Nice Homework #5 Matrikulasi IIP Batch #2

πŸ“ *BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR* πŸ“

(Learning  How to Learn)




Setelah malam ini kita mempelajari  tentang “Learning How to Learn”  maka kali ini kita akan praktek membuat *Design Pembelajaran* ala kita.

Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan "learning how to learn" dalam membuat NHW #5.

Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.

Bukan hasil  sempurna yg kami harapkan, melainkan "proses" anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain.

Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.

Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi IIP/


__________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Bismillahirrahmanirrahiim

Yup, itulah isi tugas NHW 5. Singkat, padat dan jelas.
Kali ini tanpa panduan apapun, karena Tim Matrikulasi ingin melihat sejauh mana kami para peserta bisa menerapkan ilmu yang didapatkan dari materi Learning How to Learn.

Jujur NHW kali ini agak susah susah gampang. Susahnya karena saat materi diberikan, saya tidak terlalu fokus untuk menyerap materi karena justru sibuk merekap hasil diskusi review NHW sebelumnya dan materi selanjutnya. Dan parahnya dibeberapa hari ini, diskusi sangat hidup bahkan agak ‘rame’ dibanding diskusi diskusi sebelumnya, mungkin karena materinya lebih ‘kena’ atau karena PIC minggu ini termasuk saya? wkwkwk ke-GR-an banget yaa 😝 *kidding

Aah sudahlah, prolognya agak kepanjangan ini. Saatnya serius dan masuk ke jawaban NHW 5 *jengjengjeng*

Design pembelajaran

Sebelumnya kita masuk dulu ketahap pengertian, apa itu design pembelajaran?
Menurut wikipedia ensiklopedia, desain pembelajaran adalah praktik penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang "perlakuan" berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi.

Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, misalnya sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai proses. Sebagai disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembengan pembelajaran dan pelaksanaannya. Sebagai ilmu, desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas. Sebagai sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar. Desain pembelajaran sebagai proses. merupakan pengembangan sistematis tentang spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran dan teori belajar untuk menjamin mutu pembelajaran. Desain pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta sistem penyampaiannya. Zuhairistain. “Pengertian Desain Pembelajaran”. 16 Maret 2012 <zuhairistain.blogspot.co.id/2009/04/pengertian-desain-pembelajaran_16.html?m=1>

konsep desain pembelajaran personal
Berikut ide design pembelajaran yang saya tuangkan ke dalam gambar sebuah pohon.

Jadi untuk akar atau landasannya dimulai dengan aqidah atau iman, kemudian sebelum masuk ke tahap materi ilmu, diperlukan adab dalam menuntut ilmu, karena adab adalah pembuka pintu ilmu bagi siapa saja yang ingin belajar suatu ilmu, dan adab tidak bisa diajarkan, adab hanya mampu ditularkan, sehingganya penting untuk melakukan adab sebelum ilmu . Selanjutnya masuk ke 4 cabang tahapan materi untuk menjadi Ibu Profesional yaitu:
  1. Bunda Sayang: Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
  2. Bunda Cekatan: Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
  3. Bunda Produktif: Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian, finansial dll
  4. Bunda Shaleha: Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang

Kemudian untuk bisa memahami dan menumbuhkan semangat belajar pada anak, maka seorang ibu harus bisa;
  1. Menguatkan iman anak
  2. Memahami karakter anak
  1. Mengenali passion anak
  2. Mengetahui minat dan bakat anak
  3. Mengetahui cita-cita anak

Syukron, alhamdulillaah

Gorontalo, 20 November 2016
Inkastevani

NHW #4 Matrikulasi IIP Batch #2

Bismillahirrahmanirrahiim

Alhamdulillah masuk minggu ke 4 kuliah matrikulasi IIP. Minggu ini materi yang diterima adalah Mendidik Anak dengan Kekuatan Fitrah, dan tugas NHW yang diberikan yaitu flashback ilmu yang didapatkan dari NHW1 sampai NHW3, memperjelas jurusan ilmu serta misi hidup yang akan dijalani kedepannya.
NHW ini dikerjakan disela sela acara keluarga, weekend siang tadi dan baru bisa dilanjutkan malam ini. So, langsung saja inilah tugas NHW4 πŸ˜†

Nice Homework #4

Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch #2

A. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1. Apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
πŸ‘‰ Alhamdulillah sampai dengan detik ini saya masih tetap memilih jurusan ilmu yang sudah saya tuliskan di NHW1 yaitu ilmu pengasuhan anak atau ilmu parenting dan belum ada niatan untuk beralih kejurusan ilmu lainnya, malah semakin mantap untuk lebih memperdalam ilmu tersebut.

B. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
πŸ‘‰ Checklist harian yang dituliskan pada saat NHW2 ada beberapa yang sudah dilakukan, tapi ada tambahan editan yang lebih mendetail di setiap bagiannya, karena setelah beberapa minggu ini saya menyadari checklist tersebut terlalu umum dan agak sulit diterapkan karena tidak terinci dengan baik. InsyaAllah setelah perbaikan ini, akan lebih konsisten dalam menjalankannya. Aamiin.. *Hamasah! πŸ™Œ

C. Baca dan renungkan kembali  Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang  akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
πŸ‘‰ Saat ini hal yang paling membuat saya ingin belajar dan terus belajar utamanya adalah menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak anak saya. Sehingga nantinya ketika saya telah berproses menjadi seorang Ibu Profesional maka saya akan dengan sangat senang hati ingin memberikan inspirasi bagi ibu ibu lainnya. Dan ini termasuk dalam misi hidup saya, walaupun saat ini saya belum bisa mengatakan ini misi hidup 100% saya, karena sebelum menjadi seorang Ibu Profesional saya ingin memantaskan diri terlebih dahulu menjadi seorang individu yang baik di mata Allah SWT dan keluarga.

D. Setelah menemukan 3 hal tersebut,  susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut!
πŸ‘‰ Untuk bisa menjadi ahli di bidang ilmu pengasuhan anak maka, saya mengikuti tahapan ilmu yang ada dalam kuliah matrikulasi IIP sebagai berikut:
  1. Bunda Sayang: Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
  2. Bunda Cekatan: Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
  3. Bunda Produktif: Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian, finansial dll
  4. Bunda Shaleha: Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang

E. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup!
πŸ‘‰ Jadi saya mulai menetapkan KM 0 pada usia saya saat ini, 27th. Dan untuk bisa memantapkan misi hidup yang akan saya jalankan, selain mengikuti kuliah matrikulasi ini, saya berniat untuk membeli buku panduan ke 4 tahapan ilmu di atas. Karena saya termasuk suka membaca, jadi semoga bisa menambah proses belajar saya untuk menjadi Ibu Profesional.
Milestone yang ditetapkan adalah sbb  :

KM 0 – KM 1 (3 - 6 bulan pertama) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (6 bulan kedua) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (6 bulan ketiga) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 (2-3 tahun selanjutnya) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Shaleha

F. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
πŸ‘‰ InsyaAllah setelah buku ke 4 tahapan ilmu tersebut tiba, akan saya tambahkan lagi checklist harian di NHW2 untuk mempelajari ilmu tersebut.

G. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan!
πŸ‘‰ Bismillah, siap! *Hamasah!

Syukron, alhamdulillaah..

Gorontalo, 13 November 2016
Inkastevani

NHW #3 Matrikulasi IIP Batch #2

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Memasuki pekan ketiga kuliah matrikulasi IIP batch 2, setelah menerima materi, tanya jawab dan berdiskusi, waktunya NHW dibagikan.. Daan saat membaca NHW ketiga, taraaaaaaaaaa tiba tiba galau melanda. Sehari sebelum deadline pengumpulan NHW pun saya belum bisa menyelesaikannya. Mengapa bisa galau? Karenaaaa.. (Oh ya ini bukan hanya saya saja yang galau, semua anggota kelaspun ternyata merasakan hal yang sama) *nyari temen* πŸ˜‚
Silahkan langsung dibaca tugas di bawah ini yaa πŸ˜†


NICE HOMEWORK #3

πŸ“šMEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH πŸ“š

Bunda, setelah kita belajar tentang "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah" maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.

πŸ™‹Pra Nikah
a. Bagi anda yang sedang memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang baik, tulislah suara hati anda dengan tema “UNTUKMU CALON IMAMKU”
b. Lihatlah diri anda, tuliskan kekuatan potensi yang ada pada diri anda.
c. Lihatlah orangtua dan keluarga anda. Silakan belajar membaca kehendakNya, mengapa anda dilahirkan di tengah-tengah keluarga anda saat ini dengan bekal/senjata potensi diri anda. Misi rahasia hidup apa yang DIA titipkan ke diri kita. Tulis apa yang anda rasakan selama ini.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda?adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa  anda dihadirkan di lingkungan ini?


πŸ‘¨‍πŸ‘©‍πŸ‘¦‍πŸ‘¦Nikah
Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.
a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

πŸ‘©‍πŸ‘§‍πŸ‘§Orangtua Tunggal (Single Parent)
Bagi anda yang saat ini sedang mendidik anak-anak anda sendirian tanpa kehadiran pasangan hidup kita
a. Buatlah “Tanda Penghormatan’, dengan satu dua kalimat tentang sisi baik “ayah dari anak-anak kita” sehingga dia layak dipilih Allah menjadi ayah bagi anak kita, meskipun saat ini kita tidak lagi bersamanya.
b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan  potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak anda, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan dengan tantangan keluarga yang luar biasa seperti ini. Apa misi hidup rahasiaNya  sehingga kita diberi ujian tetapi diberikan bekal kekuatan potensi yg kita miliki.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Setelah menjawab pertanyaan - pertanyaan tersebut di atas, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya "peran spesifik keluarga" anda di muka bumi ini.
Selamat membaca hati dan menuliskannya dengan nurani. Sehingga kata demi kata di nice homework #3 kali ini akan punya ruh, dan menggerakkan hati yang membacanya.

Salam Ibu Profesional

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/



Jawabannya:

Karenaaaaaaaaa..
Harus membuat surat CINTA! Thats it! Surat Cinta! Oh noo!
Karena saya tipe orang yang romantis *ceileh* jadi kayaknya suami saya bakalan biasa biasa aja nerima surat cinta yang akan saya buat nantinya. Ga akan surprise dia, wong tiap hari istrinya bilang ai mis yuh, i lov yu, mmuah bunda sayang ayah, sambil ngegelayut manjah πŸ˜‚
Tapi sebagai murid yang baik, maka tugas tetaplah tugas yang harus dikerjakan. Dan akhirnya kepikiran untuk buat surat cinta bentuk puisi. Jadilah ini surat cinta saya untuk si dia 😍

  • Surat Cinta

Bismillah
Dear suamiku

Assalamualaikum Ayah
Semoga limpahan rahmat dan berkah selalu untukmu wahai imamku
Karena ungkapan kasih sayang sudah terlalu biasa bagi dirimu,
Jadi kali ini melalui puisi pendek, bunda ingin mengucapkan untaian rasa terimakasih bunda untukmu

Duhai suami,
Terimakasih untuk cintamu selama ini
Ketika diri sedang bersedih hati
Kau selalu mencoba untuk mengerti

Terimakasih untuk selalu memahami
Bahwa perbedaan pribadi
Tak kan bisa menghalangi rasa di hati

Terimakasih untuk selalu mencintai
Keegoisan diri
Yang kadang susah dihadapi

Terimakasih untuk selalu berusaha menjiwai
Peran sebagai seorang Ayah dan Suami yang berbakti

Terakhir kali
Terimakasih untuk selalu mengingatkan diri
Tentang Maha Besar kuasa Ilahi

Dari seorang istri
Yang sedang perbaiki diri ^^

Tidak menunggu lama, karena suami sedang berada di rumah, saya mengirimkan surat cinta melalui pesan whatsapp, dan mengingatkannya untuk mengecek hpnya. Dari raut wajahnya yang saya intip, dia senyum senyum dan memandang ke arah saya. Dalam hati “yes! Berhasil” 😁

Dan ternyata ada balasannya:

Terimakasih sygku..
Semoga kita bisa terus menjaga kemesraan dan kebahagian keluarga kecil ini..

Tiba tiba serasa kembali bersemangat menyiapkan makanan dan beberes hari ini 😍

Soal selanjutnya
  • Menuliskan potensi kekuatan diri anak
  • Anak pertama: Aqeela Sya’bania Usman (4.3y)
Kakak Aqeela masuk dalam kategori anak kinestetik, hal ini terlihat dari tingkah sehari harinya yang tidak bisa diam. Sangat aktif dan suka sekali bermain. Karakternya agak sedikit keras kepala (kayaknya ini ikut bundanya hehe) tapi alhamdulillah akhir akhir ini jika diingatkan mulai patuh dan nurut, mungkin kemaren anaknya agak sedikit kaget dengan kehadiran adik barunya dan terlihat sedikit cemburu, padahal sebelum adiknya lahir kita sudah sounding jauh hari bahwa dirinya akan menjadi seorang kakak.
Saat ini Aqeela sangat suka menggambar, saya agak kaget dengan ini, karena ternyata Aqeela punya bakat menggambar, padahal diumur 2-3th saya dan suami mencoba berikan Aqeela papan tulis, buku gambar, crayon dan alat menggambar lainnya, tapi mungkin waktu itu anaknya belum tertarik untuk menggambar, padahal dia lumayan suka corat coret dinding, lantai, kursi, meja dan lainnya. Dan alhamdulillah dengan menggambar Aqeela jadi lebih bisa diam, walaupun setelahnya bisa loncat loncatan di tempat tidur lagi πŸ˜…
Selain menggambar, Aqeela juga suka menyanyi dan bermain peran. Saat usia 3th saya coba menemaninya ikut sekolah PAUD, walhasil anaknya senang sekali karena tiap hari diajarkan lagu baru oleh gurunya, dan jika lagi berhalangan tidak masuk kelas, kata ibu guru, kelas sepi dari suara nyanyian dan semangat Aqeela. Dan saya rasa benar adanya, anak saya tipe anak yang berani, periang dan ceria, jadi tak heran jika dipanggil untuk tampil maju depan kelas Aqeela tidak malu dan justru sangat bersemangat. Semoga kakak menjadi anak yang bisa bermanfaat bagi diri sendiri, orang tua, keluarga dan semua orang. Aamiin yaa rohman yaa rahiim
  • Anak kedua: Aleeka Tsania Usman (7m)
Potensi Aleeka saat ini belum bisa terlihat, tapi alhamdulillah tumbuh kembangnya sesuai dengan usianya. Aleeka sudah bisa duduk tanpa berpegangan selama beberapa menit dan mulai belajar merangkak, beberapa hari ini untuk posisi merangkak sudah bisa, tapi masih ragu ragu untuk merangkak satu dua langkah. Semoga dalam waktu dekat sudah bisa merangkak dengan mantap ya nak. Aamiin yaa rahman yaa rahiim

  • Melihat potensi pada diri sendiri
Entahlah saya agak sulit menggambarkan potensi diri saya. Saya tipe orang melankolis dengan sedikit sanguinnya hehe. Saya paling suka dengan hal hal baru, belajar dan mencari tau hal baru. Saya pun mudah beradaptasi dan senang menjalin pertemanan dengan orang baru. Akan tetapi saya memiliki hati yang agak sensitif, mudah menangis juga mudah tersinggung tapi alhamdulillah mudah memaafkan sebab saya pelupa. Karenanya saya bersyukur dengan sifat pelupa saya, saya tidak pernah menyimpan dendam terhadap orang lain terutama suami dan keluarga. Dengan tertarik belajar mengenai hal hal baru, saya semampunya mengaplikasikan apa yang sedang dan sudah saya pelajari, terutama tentang masalah mengasuh dan mendidik anak. Sebisa mungkin saya ingin kembali mengasuh anak sesuai dengan fitrahnya. Doakan agar saya dan ibu ibu lainnya bisa mendidik anak anak kami dengan baik dan benar di era digital ini. Aamiin yaa rahman yaa rahiim

  • Tantangan yang ada di lingkungan tempat tinggal
Saat ini saya, suami dan anak anak masih tinggal bersama dengan orang tua saya. Setahun yang lalu kami tinggal di rumah ayah dan ibu mertua. Dua tahun lalu kami sempat tinggal di kos-kosan karena saya dan suami ingin merasakan hidup mandiri, tapi apadaya orang tua kami kembali memaksa mengajak tinggal bersama mereka, alasannya karena sedih tidak bisa melihat cucu mereka setiap harinya πŸ˜†
Di lingkungan tempat tinggal saat ini, ada beberapa tetangga yang memiliki anak seumuran anak pertama saya, tapi sayangnya saya jarang sekali bertemu dengan ibu mereka, karena beberapa ada yang working mom. Saya berniat ingin menjalin tali silaturahim dan membagikan materi atau ilmu yang saya pelajari dari kuliah matrikulasi ini jika berkenan. Semoga niat baik saya bisa terkabulkan dan terlaksana secepat mungkin. Aamiin yaa robbal’alamiin..

Syukron, alhamdulillah walaupun kurang maksimal karena diburu waktu 😁

Gorontalo, 6 November 2016
inkastevani