Tuesday, 29 November 2016

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #2

MENJADI IBU PROFESIONAL

KEBANGGAAN KELUARGA



Apa kabar bunda dan calon bunda peserta matrikulasi IIP batch #2? Pekan ini kita akan belajar bersama
a. Apa Itu Ibu Profesional?
b. Apa itu Komunitas Ibu Profesional?
c. Bagaimana tahapan-tahapan untuk menjadi Ibu Profesional?
d. Apa saja indikator keberhasilan seorang Ibu Profesional?


πŸ€APA ITU IBU PROFESIONAL?

Kita mulai dulu dengan mengenal kata IBU ya. Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia Ibu itu memiliki makna 1 perempuan yang telah melahirkan seseorang; 2 sebutan untuk perempuan yang sudah bersuami;3 panggilan yang takzim kepada perempuan baik yang sudah bersuami maupun yang belum; 4 bagian yang pokok (besar, asal, dan sebagainya): -- jari; 5 yang utama di antara beberapa hal lain; yang terpenting: -- negeri; -- kota;

Sedangkan kata PROFESIONAL, memiliki makna 1 bersangkutan dengan profesi; 2 memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya: ia seorang juru masak --;
Berdasarkan dua makna tersebut di atas, maka IBU PROFESIONAL adalah seorang perempuan yang :

a. Bangga akan profesinya sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya.
b.Senantiasa memantaskan diri dengan berbagai ilmu, agar bisa bersungguh –sungguh mengelola keluarga dan mendidik anaknya dengan kualitas yang sangat baik.

πŸ€APA ITU KOMUNITAS IBU PROFESIONAL?

Adalah forum belajar bagi para perempuan yang senantiasa ingin meningkatkan kualitas dirinya sebagai seorang ibu, istri dan sebagai individu.

πŸ€MISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

1. Meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi
guru utama dan pertama bagi anaknya.
2. Meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya
sehingga menjadi keluarga yang unggul.
3. Meningkatkan rasa percaya diri  ibu dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya
4. Meningkatkan peran ibu menjadi "change agent" (agen pembawa perubahan), sehingga keberadaannya akan bermanfaat bagi banyak orang.

πŸ€VISI KOMUNITAS IBU PROFESIONAL

Menjadi komunitas pendidikan perempuan Indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa dari dalam internal keluarga.

πŸ€BAGAIMANA TAHAPAN-TAHAPAN MENJADI IBU PROFESIONAL?

Ada 4 tahapan yang harus dilalui oleh seorang Ibu Profesional yaitu :
a. Bunda Sayang
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mendidik anak-anaknya, sehingga bisa menjadi guru utama dan pertama bagi anak-anaknya

b. Bunda Cekatan
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan kualitas ibu dalam mengelola rumah tangga dan keluarganya sehingga menjadi keluarga yang unggul.

c. Bunda Produktif
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan rasa percaya diri  ibu, dengan cara senantiasa berproses menemukan misi spesifik hidupnya di muka bumi ini. Sehingga  ibu bisa produktif dengan bahagia, tanpa harus meninggalkan anak dan keluarganya

d. Bunda Shaleha
Ilmu-ilmu untuk meningkatkan peran ibu sebagai agen pembawa perubahan di masyarakat, sehingga keberadaannya bermanfaat bagi banyak orang.

πŸ€APA INDIKATOR KEBERHASILAN IBU PROFESIONAL?

“Menjadi KEBANGGAAN KELUARGA”

Kalimat di atas adalah satu indikator utama keberhasilan seorang Ibu Profesional. Karena  anak-anak dan suami kitalah yang paling berhak pertama kali mendapatkan ibu dan istri yang terbaik di mata mereka.

Maka yang perlu ditanyakan adalah sbb :

BUNDA SAYANG
a. Apakah anak-anak semakin senang dan bangga dididik oleh ibunya?
b. Apakah suami semakin senang dan bangga melihat cara istrinya mendidik anak-anak, sehingga keinginannya terlibat dalam pendidikan anak semakin tinggi?
c. Berapa ilmu tentang pendidikan anak yang kita pelajari dalam satu tahun ini?
d. Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan bersama anak-anak?

BUNDA CEKATAN
a. Apakah manajemen pengelolaan rumah tangga kita menjadi semakin baik?
b.Apakah kita sudah bisa meningkatkan peran kita di rumah? Misal dulu sebagai “kasir” keluarga sekarang menjadi “manajer keuangan keluarga”.
c.Berapa ilmu tentang manajemen rumah tangga yang sudah kita pelajari dalam satu tahun ini?
d.Berapa ilmu yang sudah kita praktekkan dalam mengelola rumah tangga

BUNDA PRODUKTIF
a. Apakah kita semakin menemukan minat dan bakat kita?
b. Bagaimana cara kita memperbanyak jam terbang di ranah minat dan bakat kita tersebut?
c. Apakah kita merasa menikmati (enjoy), mudah (easy), menjadi yang terbaik (excellent) di ranah minat dan bakat kita ini?
d. Bagaimana cara kita bisa produktif dan atau mandiri secara finansial tanpa harus meninggalkan anak dan keluarga?

BUNDA SHALEHA
a. Nilai-nilai apa saja yang kita perjuangkan dalam hidup ini?
b. Apa yang ingin kita wariskan di muka bumi ini, yang tidak akan pernah mati ketika kita tiada?
c. Program berbagi apa yang akan kita jalankan secara terus menerus?
d. Apakah kita merasa bahagia dengan program tersebut?

Selamat berproses menjadi Ibu Profesional, dan nikmatilah tahapan-tahapan belajar yang bunda dan calon bunda rasakan selama mengikuti program pendidikan di Ibu Profesional ini dengan segenap kesungguhan

Seperti pesan pak Dodik kepada Ibu Septi untuk meyakinkan beliau tentang pentingnya kesungguhan menjadi seorang Ibu sbb:
“Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, tidak ada hukum terbalik” -Dodik Mariyanto

Salam Ibu Profesional


/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

πŸ“šSUMBER BACAAN:
Kamus Besar Bahas Indonesia, Edisi keempat, Balai Pustaka, Jakarta, 2008
Hei, Ini Aku Ibu Profesional, Leutikaprio, cetakan 1, 2012
Bunda Sayang, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2013
Bunda Cekatan, Seri Ibu Profesional, Gaza Media, cetakan 1, 2014
Bunda Produktif, Catatan Ikhtiar Menjemput Rizki, Seri Ibu Profesional, J&J Publishing, cetakan 1, 2015

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #1

ADAB MENUNTUT ILMU


Disusun oleh Tim Matrikulasi- Institut Ibu Profesional

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah
perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu
menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu,
sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa
orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu
tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa
yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang
sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang
paling didahulukan sebelum ILMU

ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin
mencarinya

Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut
ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri
dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri
dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu
itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab
menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

*Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan*

Para ibulah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik,
sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari
Ibunya

ADAB PADA DIRI SENDIRI

a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke
dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu
itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling
awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c. Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu
ilmu sedang disampaikan.

d. Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang,
membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua
runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu
disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar
mudah untuk diamalkan.

ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)

a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati,
menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha
Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau
menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan
memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru
berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru
mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu
mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang
disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta
ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh
disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan
kita.

ADAB TERHADAP SUMBER ILMU

a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk
buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat "copas dari grup sebelah" tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan "sceptical thinking" dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, shg mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.

Nice Homework #5 Matrikulasi IIP Batch #2

πŸ“ *BELAJAR BAGAIMANA CARANYA BELAJAR* πŸ“

(Learning  How to Learn)




Setelah malam ini kita mempelajari  tentang “Learning How to Learn”  maka kali ini kita akan praktek membuat *Design Pembelajaran* ala kita.

Kami tidak akan memandu banyak, mulailah mempraktekkan "learning how to learn" dalam membuat NHW #5.

Munculkan rasa ingin tahu bunda semua tentang apa itu design pembelajaran.

Bukan hasil  sempurna yg kami harapkan, melainkan "proses" anda dalam mengerjakan NHW #5 ini yg perlu anda share kan ke teman-teman yg lain.

Selamat Berpikir, dan selamat menemukan hal baru dari proses belajar anda di NHW #5 ini.

Salam Ibu Profesional,


/Tim Matrikulasi IIP/


__________________________________________________________________________________________________________________________________________________

Bismillahirrahmanirrahiim

Yup, itulah isi tugas NHW 5. Singkat, padat dan jelas.
Kali ini tanpa panduan apapun, karena Tim Matrikulasi ingin melihat sejauh mana kami para peserta bisa menerapkan ilmu yang didapatkan dari materi Learning How to Learn.

Jujur NHW kali ini agak susah susah gampang. Susahnya karena saat materi diberikan, saya tidak terlalu fokus untuk menyerap materi karena justru sibuk merekap hasil diskusi review NHW sebelumnya dan materi selanjutnya. Dan parahnya dibeberapa hari ini, diskusi sangat hidup bahkan agak ‘rame’ dibanding diskusi diskusi sebelumnya, mungkin karena materinya lebih ‘kena’ atau karena PIC minggu ini termasuk saya? wkwkwk ke-GR-an banget yaa 😝 *kidding

Aah sudahlah, prolognya agak kepanjangan ini. Saatnya serius dan masuk ke jawaban NHW 5 *jengjengjeng*

Design pembelajaran

Sebelumnya kita masuk dulu ketahap pengertian, apa itu design pembelajaran?
Menurut wikipedia ensiklopedia, desain pembelajaran adalah praktik penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik, perumusan tujuan pembelajaran, dan merancang "perlakuan" berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi.

Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang, misalnya sebagai disiplin, sebagai ilmu, sebagai sistem, dan sebagai proses. Sebagai disiplin, desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembengan pembelajaran dan pelaksanaannya. Sebagai ilmu, desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan, pelaksanaan, penilaian, serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas. Sebagai sistem, desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar. Desain pembelajaran sebagai proses. merupakan pengembangan sistematis tentang spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran dan teori belajar untuk menjamin mutu pembelajaran. Desain pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta sistem penyampaiannya. Zuhairistain. “Pengertian Desain Pembelajaran”. 16 Maret 2012 <zuhairistain.blogspot.co.id/2009/04/pengertian-desain-pembelajaran_16.html?m=1>

konsep desain pembelajaran personal
Berikut ide design pembelajaran yang saya tuangkan ke dalam gambar sebuah pohon.

Jadi untuk akar atau landasannya dimulai dengan aqidah atau iman, kemudian sebelum masuk ke tahap materi ilmu, diperlukan adab dalam menuntut ilmu, karena adab adalah pembuka pintu ilmu bagi siapa saja yang ingin belajar suatu ilmu, dan adab tidak bisa diajarkan, adab hanya mampu ditularkan, sehingganya penting untuk melakukan adab sebelum ilmu . Selanjutnya masuk ke 4 cabang tahapan materi untuk menjadi Ibu Profesional yaitu:
  1. Bunda Sayang: Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
  2. Bunda Cekatan: Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
  3. Bunda Produktif: Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian, finansial dll
  4. Bunda Shaleha: Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang

Kemudian untuk bisa memahami dan menumbuhkan semangat belajar pada anak, maka seorang ibu harus bisa;
  1. Menguatkan iman anak
  2. Memahami karakter anak
  1. Mengenali passion anak
  2. Mengetahui minat dan bakat anak
  3. Mengetahui cita-cita anak

Syukron, alhamdulillaah

Gorontalo, 20 November 2016
Inkastevani

NHW #4 Matrikulasi IIP Batch #2

Bismillahirrahmanirrahiim

Alhamdulillah masuk minggu ke 4 kuliah matrikulasi IIP. Minggu ini materi yang diterima adalah Mendidik Anak dengan Kekuatan Fitrah, dan tugas NHW yang diberikan yaitu flashback ilmu yang didapatkan dari NHW1 sampai NHW3, memperjelas jurusan ilmu serta misi hidup yang akan dijalani kedepannya.
NHW ini dikerjakan disela sela acara keluarga, weekend siang tadi dan baru bisa dilanjutkan malam ini. So, langsung saja inilah tugas NHW4 πŸ˜†

Nice Homework #4

Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch #2

A. Mari kita lihat kembali Nice Homework #1. Apakah sampai hari ini anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini, anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikuasai?
πŸ‘‰ Alhamdulillah sampai dengan detik ini saya masih tetap memilih jurusan ilmu yang sudah saya tuliskan di NHW1 yaitu ilmu pengasuhan anak atau ilmu parenting dan belum ada niatan untuk beralih kejurusan ilmu lainnya, malah semakin mantap untuk lebih memperdalam ilmu tersebut.

B. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai sarana kita untuk senantiasa terpicu “memantaskan diri” setiap saat. Latih dengan keras diri anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.
πŸ‘‰ Checklist harian yang dituliskan pada saat NHW2 ada beberapa yang sudah dilakukan, tapi ada tambahan editan yang lebih mendetail di setiap bagiannya, karena setelah beberapa minggu ini saya menyadari checklist tersebut terlalu umum dan agak sulit diterapkan karena tidak terinci dengan baik. InsyaAllah setelah perbaikan ini, akan lebih konsisten dalam menjalankannya. Aamiin.. *Hamasah! πŸ™Œ

C. Baca dan renungkan kembali  Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa kira-kira maksud Allah menciptakan kita di muka bumi ini? Kalau sudah, maka tetapkan bidang yang  akan kita kuasai, sehingga peran hidup anda akan makin terlihat.
πŸ‘‰ Saat ini hal yang paling membuat saya ingin belajar dan terus belajar utamanya adalah menjadi seorang Ibu yang baik bagi anak anak saya. Sehingga nantinya ketika saya telah berproses menjadi seorang Ibu Profesional maka saya akan dengan sangat senang hati ingin memberikan inspirasi bagi ibu ibu lainnya. Dan ini termasuk dalam misi hidup saya, walaupun saat ini saya belum bisa mengatakan ini misi hidup 100% saya, karena sebelum menjadi seorang Ibu Profesional saya ingin memantaskan diri terlebih dahulu menjadi seorang individu yang baik di mata Allah SWT dan keluarga.

D. Setelah menemukan 3 hal tersebut,  susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut!
πŸ‘‰ Untuk bisa menjadi ahli di bidang ilmu pengasuhan anak maka, saya mengikuti tahapan ilmu yang ada dalam kuliah matrikulasi IIP sebagai berikut:
  1. Bunda Sayang: Ilmu-ilmu seputar pengasuhan anak
  2. Bunda Cekatan: Ilmu-ilmu seputar manajemen pengelolaan diri dan rumah tangga
  3. Bunda Produktif: Ilmu-ilmu seputar minat dan bakat, kemandirian, finansial dll
  4. Bunda Shaleha: Ilmu tentang berbagi manfaat kepada banyak orang

E. Tetapkan Milestone untuk memandu setiap perjalanan anda menjalankan Misi Hidup!
πŸ‘‰ Jadi saya mulai menetapkan KM 0 pada usia saya saat ini, 27th. Dan untuk bisa memantapkan misi hidup yang akan saya jalankan, selain mengikuti kuliah matrikulasi ini, saya berniat untuk membeli buku panduan ke 4 tahapan ilmu di atas. Karena saya termasuk suka membaca, jadi semoga bisa menambah proses belajar saya untuk menjadi Ibu Profesional.
Milestone yang ditetapkan adalah sbb  :

KM 0 – KM 1 (3 - 6 bulan pertama) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Sayang
KM 1 – KM 2 (6 bulan kedua) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Cekatan
KM 2 – KM 3 (6 bulan ketiga) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Produktif
KM 3 – KM 4 (2-3 tahun selanjutnya) : Menguasai Ilmu seputar Bunda Shaleha

F. Koreksi kembali checklist anda di NHW#2, apakah sudah anda masukkan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut di atas. Kalau belum segera ubah dan cantumkan.
πŸ‘‰ InsyaAllah setelah buku ke 4 tahapan ilmu tersebut tiba, akan saya tambahkan lagi checklist harian di NHW2 untuk mempelajari ilmu tersebut.

G. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan!
πŸ‘‰ Bismillah, siap! *Hamasah!

Syukron, alhamdulillaah..

Gorontalo, 13 November 2016
Inkastevani

NHW #3 Matrikulasi IIP Batch #2

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Memasuki pekan ketiga kuliah matrikulasi IIP batch 2, setelah menerima materi, tanya jawab dan berdiskusi, waktunya NHW dibagikan.. Daan saat membaca NHW ketiga, taraaaaaaaaaa tiba tiba galau melanda. Sehari sebelum deadline pengumpulan NHW pun saya belum bisa menyelesaikannya. Mengapa bisa galau? Karenaaaa.. (Oh ya ini bukan hanya saya saja yang galau, semua anggota kelaspun ternyata merasakan hal yang sama) *nyari temen* πŸ˜‚
Silahkan langsung dibaca tugas di bawah ini yaa πŸ˜†


NICE HOMEWORK #3

πŸ“šMEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH πŸ“š

Bunda, setelah kita belajar tentang "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah" maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.

πŸ™‹Pra Nikah
a. Bagi anda yang sedang memantaskan diri untuk mendapatkan jodoh yang baik, tulislah suara hati anda dengan tema “UNTUKMU CALON IMAMKU”
b. Lihatlah diri anda, tuliskan kekuatan potensi yang ada pada diri anda.
c. Lihatlah orangtua dan keluarga anda. Silakan belajar membaca kehendakNya, mengapa anda dilahirkan di tengah-tengah keluarga anda saat ini dengan bekal/senjata potensi diri anda. Misi rahasia hidup apa yang DIA titipkan ke diri kita. Tulis apa yang anda rasakan selama ini.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda?adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa  anda dihadirkan di lingkungan ini?


πŸ‘¨‍πŸ‘©‍πŸ‘¦‍πŸ‘¦Nikah
Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.
a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.
b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

πŸ‘©‍πŸ‘§‍πŸ‘§Orangtua Tunggal (Single Parent)
Bagi anda yang saat ini sedang mendidik anak-anak anda sendirian tanpa kehadiran pasangan hidup kita
a. Buatlah “Tanda Penghormatan’, dengan satu dua kalimat tentang sisi baik “ayah dari anak-anak kita” sehingga dia layak dipilih Allah menjadi ayah bagi anak kita, meskipun saat ini kita tidak lagi bersamanya.
b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan  potensi kekuatan diri mereka masing-masing.
c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak anda, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan dengan tantangan keluarga yang luar biasa seperti ini. Apa misi hidup rahasiaNya  sehingga kita diberi ujian tetapi diberikan bekal kekuatan potensi yg kita miliki.
d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Setelah menjawab pertanyaan - pertanyaan tersebut di atas, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya "peran spesifik keluarga" anda di muka bumi ini.
Selamat membaca hati dan menuliskannya dengan nurani. Sehingga kata demi kata di nice homework #3 kali ini akan punya ruh, dan menggerakkan hati yang membacanya.

Salam Ibu Profesional

/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/



Jawabannya:

Karenaaaaaaaaa..
Harus membuat surat CINTA! Thats it! Surat Cinta! Oh noo!
Karena saya tipe orang yang romantis *ceileh* jadi kayaknya suami saya bakalan biasa biasa aja nerima surat cinta yang akan saya buat nantinya. Ga akan surprise dia, wong tiap hari istrinya bilang ai mis yuh, i lov yu, mmuah bunda sayang ayah, sambil ngegelayut manjah πŸ˜‚
Tapi sebagai murid yang baik, maka tugas tetaplah tugas yang harus dikerjakan. Dan akhirnya kepikiran untuk buat surat cinta bentuk puisi. Jadilah ini surat cinta saya untuk si dia 😍

  • Surat Cinta

Bismillah
Dear suamiku

Assalamualaikum Ayah
Semoga limpahan rahmat dan berkah selalu untukmu wahai imamku
Karena ungkapan kasih sayang sudah terlalu biasa bagi dirimu,
Jadi kali ini melalui puisi pendek, bunda ingin mengucapkan untaian rasa terimakasih bunda untukmu

Duhai suami,
Terimakasih untuk cintamu selama ini
Ketika diri sedang bersedih hati
Kau selalu mencoba untuk mengerti

Terimakasih untuk selalu memahami
Bahwa perbedaan pribadi
Tak kan bisa menghalangi rasa di hati

Terimakasih untuk selalu mencintai
Keegoisan diri
Yang kadang susah dihadapi

Terimakasih untuk selalu berusaha menjiwai
Peran sebagai seorang Ayah dan Suami yang berbakti

Terakhir kali
Terimakasih untuk selalu mengingatkan diri
Tentang Maha Besar kuasa Ilahi

Dari seorang istri
Yang sedang perbaiki diri ^^

Tidak menunggu lama, karena suami sedang berada di rumah, saya mengirimkan surat cinta melalui pesan whatsapp, dan mengingatkannya untuk mengecek hpnya. Dari raut wajahnya yang saya intip, dia senyum senyum dan memandang ke arah saya. Dalam hati “yes! Berhasil” 😁

Dan ternyata ada balasannya:

Terimakasih sygku..
Semoga kita bisa terus menjaga kemesraan dan kebahagian keluarga kecil ini..

Tiba tiba serasa kembali bersemangat menyiapkan makanan dan beberes hari ini 😍

Soal selanjutnya
  • Menuliskan potensi kekuatan diri anak
  • Anak pertama: Aqeela Sya’bania Usman (4.3y)
Kakak Aqeela masuk dalam kategori anak kinestetik, hal ini terlihat dari tingkah sehari harinya yang tidak bisa diam. Sangat aktif dan suka sekali bermain. Karakternya agak sedikit keras kepala (kayaknya ini ikut bundanya hehe) tapi alhamdulillah akhir akhir ini jika diingatkan mulai patuh dan nurut, mungkin kemaren anaknya agak sedikit kaget dengan kehadiran adik barunya dan terlihat sedikit cemburu, padahal sebelum adiknya lahir kita sudah sounding jauh hari bahwa dirinya akan menjadi seorang kakak.
Saat ini Aqeela sangat suka menggambar, saya agak kaget dengan ini, karena ternyata Aqeela punya bakat menggambar, padahal diumur 2-3th saya dan suami mencoba berikan Aqeela papan tulis, buku gambar, crayon dan alat menggambar lainnya, tapi mungkin waktu itu anaknya belum tertarik untuk menggambar, padahal dia lumayan suka corat coret dinding, lantai, kursi, meja dan lainnya. Dan alhamdulillah dengan menggambar Aqeela jadi lebih bisa diam, walaupun setelahnya bisa loncat loncatan di tempat tidur lagi πŸ˜…
Selain menggambar, Aqeela juga suka menyanyi dan bermain peran. Saat usia 3th saya coba menemaninya ikut sekolah PAUD, walhasil anaknya senang sekali karena tiap hari diajarkan lagu baru oleh gurunya, dan jika lagi berhalangan tidak masuk kelas, kata ibu guru, kelas sepi dari suara nyanyian dan semangat Aqeela. Dan saya rasa benar adanya, anak saya tipe anak yang berani, periang dan ceria, jadi tak heran jika dipanggil untuk tampil maju depan kelas Aqeela tidak malu dan justru sangat bersemangat. Semoga kakak menjadi anak yang bisa bermanfaat bagi diri sendiri, orang tua, keluarga dan semua orang. Aamiin yaa rohman yaa rahiim
  • Anak kedua: Aleeka Tsania Usman (7m)
Potensi Aleeka saat ini belum bisa terlihat, tapi alhamdulillah tumbuh kembangnya sesuai dengan usianya. Aleeka sudah bisa duduk tanpa berpegangan selama beberapa menit dan mulai belajar merangkak, beberapa hari ini untuk posisi merangkak sudah bisa, tapi masih ragu ragu untuk merangkak satu dua langkah. Semoga dalam waktu dekat sudah bisa merangkak dengan mantap ya nak. Aamiin yaa rahman yaa rahiim

  • Melihat potensi pada diri sendiri
Entahlah saya agak sulit menggambarkan potensi diri saya. Saya tipe orang melankolis dengan sedikit sanguinnya hehe. Saya paling suka dengan hal hal baru, belajar dan mencari tau hal baru. Saya pun mudah beradaptasi dan senang menjalin pertemanan dengan orang baru. Akan tetapi saya memiliki hati yang agak sensitif, mudah menangis juga mudah tersinggung tapi alhamdulillah mudah memaafkan sebab saya pelupa. Karenanya saya bersyukur dengan sifat pelupa saya, saya tidak pernah menyimpan dendam terhadap orang lain terutama suami dan keluarga. Dengan tertarik belajar mengenai hal hal baru, saya semampunya mengaplikasikan apa yang sedang dan sudah saya pelajari, terutama tentang masalah mengasuh dan mendidik anak. Sebisa mungkin saya ingin kembali mengasuh anak sesuai dengan fitrahnya. Doakan agar saya dan ibu ibu lainnya bisa mendidik anak anak kami dengan baik dan benar di era digital ini. Aamiin yaa rahman yaa rahiim

  • Tantangan yang ada di lingkungan tempat tinggal
Saat ini saya, suami dan anak anak masih tinggal bersama dengan orang tua saya. Setahun yang lalu kami tinggal di rumah ayah dan ibu mertua. Dua tahun lalu kami sempat tinggal di kos-kosan karena saya dan suami ingin merasakan hidup mandiri, tapi apadaya orang tua kami kembali memaksa mengajak tinggal bersama mereka, alasannya karena sedih tidak bisa melihat cucu mereka setiap harinya πŸ˜†
Di lingkungan tempat tinggal saat ini, ada beberapa tetangga yang memiliki anak seumuran anak pertama saya, tapi sayangnya saya jarang sekali bertemu dengan ibu mereka, karena beberapa ada yang working mom. Saya berniat ingin menjalin tali silaturahim dan membagikan materi atau ilmu yang saya pelajari dari kuliah matrikulasi ini jika berkenan. Semoga niat baik saya bisa terkabulkan dan terlaksana secepat mungkin. Aamiin yaa robbal’alamiin..

Syukron, alhamdulillah walaupun kurang maksimal karena diburu waktu 😁

Gorontalo, 6 November 2016
inkastevani

NHW #2 Matrikulasi IIP Batch #2

Bismillahirrohmanirrohim..

Setelah pekan kemaren belajar tentang Adab Mencari Ilmu, pekan kedua ini belajar mengenai tahap awal menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga.

Alhamdulillah sangat bersyukur bisa masuk dan ikut komunitas IIP, banyak hal baru yang mulai saya dapatkan dan pahami dalam berproses menjadi seorang Ibu Profesional. Semoga saya tetap konsisten dan terus semangat belajar dalam kelas matrikulasi ini, bukan hanya diawal saja, mengingat saya termasuk orang yang agak moody-an. Akan tetapi saya percaya jika belajar tujuannya untuk diamalkan, insyaAllah ilmu yang dipelajari akan semakin meresap dan bertambah dengan sendirinya. Aamiin..
Berikut tugas yang harus dikerjakan:

NICE HOMEWORK #2

Bunda, setelah memahami tahap awal materi menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat:

πŸ“ CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN

a. Sebagai individu
b. Sebagai istri
c. Sebagai ibu

Buatlah indikator yang kita sendiri bisa menjalankannya.
Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.
Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.

Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.

Kunci dari membuat Indikator, kita singkat menjadi SMART yaitu:
- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (Terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (Bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND (Berikan batas waktu)

________________________________________________________________
________________________________________________________________

Adapun checklist indikator profesionalisme perempuan saya:
A. Sebagai Individu
  1. Meningkatkan ibadah (terutama sholat tepat waktu dan membaca Al-Qur’an minimal selembar per hari)
  2. Meningkatkan rasa syukur dan ikhlas setiap harinya, bersyukur untuk segala sesuatu yang telah dimiliki dan ikhlas dengan segala yang telah terjadi
  3. Meningkatkan pengendalian diri dan emosi (belajar mengatur penapasan saat mulai marah, mengucap istighfar dan memperbanyak stok sabar)
  4. Lebih berbakti lagi kepada kedua orang tua dan mertua (minimal sebulan sekali bisa membantu atau memberikan apa yang mereka butuhkan)
  5. Menanamkan cinta Allah dan Rosul lebih dini kepada anak (mengenalkan dan membacakan cerita dan lagu lagu islami)
  6. Berusaha lebih kuat untuk selalu memandang sesuatu dari sudut pandang anak (belajar untuk tidak memarahi anak dengan cara membentak selama 90 hari)
  7. Berusaha berkata hanya yang baik baik saja atau memilih untuk diam
  8. Terus belajar, melihat dan berpikir positif (menghindari ghibah dan suudzon)

Checklist perbaikan saat pengerjaan #NHW4
  1. Istirahat atau tidur lebih cepat saat malam hari, maksimal jam 10 sudah tidur
  2. Bangun malam, sholat lail
  3. Bangun lebih pagi, sholat shubuh dan baca Qur’an
  4. Mulai masak maksimal jam 05.30 pagi
  5. Sholat tepat waktu
  6. Baca Al-Qur’an minimal selembar per hari
  7. Baca dan hafal surat Al-Kahfi (tiap jum’at) minimal 10 ayat pertama
  8. Menjaga wudhu
  9. Mengendalikan emosi dan sabar, tarik nafas dan istighfar
  10. Mulai bacakan buku dan cerita islami ke anak anak (selama ini hanya cerita non islami)
  11. Memperdengarkan musik islami dan murottal pada anak anak (done!)
  12. Husnudzon pada suami dan selalu tersenyum
  13. Berbakti kepada kedua orang tua dan mertua, serta minimal sebulan sekali bisa membantu atau memberikan apa yang mereka butuhkan)
  14. Belajar untuk tidak menegur anak dengan nada marah
  15. Berpakaian yang baik, sopan dan menutup aurat
    1. Di luar rumah (dress panjang dan hijab)
    2. Di dalam rumah (bebidol/daster tertutup)
  16. Berusaha berkata baik (no gosip) atau memilih untuk diam
  17. Lebih meningkatkan ucapan bismillah dan alhamdulillah dalam setiap kegiatan
  18. Berhemat! Utamakan KEBUTUHAN bukan KEINGINAN
  19. Mengurangi waktu penggunaan gadget/hp
    1. Pagi= jam 9-11 *saat aleeka tidur
    2. Siang= jam 2-4 *saat aleeka tidur
    3. Malam= jam 7-10 *saat anak anak sudah tidur
  20. Kurangi membuat status di FB, sehari hanya boleh memposting/menshare 3 status bermanfaat dan jelas sumbernya
  21. Selalu bersyukur, bersyukur dan bersyukur!

B. Sebagai Istri
Karena indikator ini merupakan indikator istri yang diinginkan oleh Pak Suami, maka saya sertakan saja jawaban yang beliau kirim melalui whatsapp pribadi
[20:19 29/10/2016] Ayah Sayang 😚:
  1. Menyediakan makan & minum suami (ini mulai jarang dilakukan karna udah punya sikecil ya yah hihihi)
  2. Mempersiapkan pakaian suami saat bepergian (idem, ini jugaaa)
  3. Selalu mendoakan suami dalam mencari rezeki (karena jarak kantor baru suami yang agak jauh, kadang baper dan galau wkwkw)
  4. Bersabar dalam menghadapi kekurangan suami (hihihi aamiin insyaAllah)
  5. Berbicara yg sopan dan baik terhadap suami (ini kadang kalo lagi mumet suka tinggi nadanya ya ayah huhu)
  6. Tdk mengedepankan emosi dalam memecahkan masalah (ideeem wkwkw)
  7. Rumah dan kamar dalam keadaan bersih dan rapi (gimana bisa rapi, sebelum kakak dan si kecil umur 8th, rumah akn selalu berantakan yah)

C. Sebagai Ibu
Dan untuk indikator profesionalisme perempuan yang ketiga sebagai seorang Ibu, saya mewawancarai si Kakak (Aqeela, usia 4y3m). Saat bertanya bunda yang bagaimana yang disukai olehnya, Aqeela menjawab dengan cara bercerita bukan jawaban yang langsung to the point, saya sampai senyam senyum mendengarkan ceritanya. Jadi kurang lebih saya simpulkan dari cerita tersebut seperti ini jawabannya:
  1. Bunda selalu sayang sama kakak
  2. Bunda selalu kiss kiss dan peluk kakak
  3. Bunda harus selalu tampil cantik kayak princess, rambut dikepang dua ala ala princess Anna (kalau dalam rumah, bolehlah nak)
  4. Bunda menemani dan ajak kakak bermain main
  5. Bunda antar jemput kakak ke sekolah nanti
  6. Bunda menyediakan makanan dan minuman untuk kakak, saat bunda tidak lagi repot dengan Aleeka (adiknya, usia 7m)
  7. Bunda mendengarkan kakak bercerita tanpa pegang hp
  8. Bunda membacakan cerita untuk kakak
  9. Bunda ikut bermain peran dengan kakak
  10. Bunda tidak marahi kakak, saat kakak loncat loncat di tempat tidur (waduuh yang ini kayaknya susah untuk dikabulkan ya nak, huhuhu)

Nah seperti inilah indikator profesionalisme perempuan dari saya, suami dan anak. Pastinya setiap indikator akan berbeda-beda untuk setiap individu. Semoga checklist indikator ini bukan hanya menjadi sekedar tulisan nice homework untuk kelas matrikulasi IIP saja, melainkan benar benar menjadi indikator yang sudah saya amalkan dalam keseharian saya untuk belajar bertahap menjadi seorang Ibu Profesional. Aamiin yaa robbal’alamiin

Syukron, alhamdulillah..
Gorontalo, 29 oktober 2016

inkastevani