Bismillahirrohmanirrohim..
Setelah pekan kemaren belajar tentang Adab Mencari Ilmu, pekan kedua ini belajar mengenai tahap awal menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga.
Alhamdulillah sangat bersyukur bisa masuk dan ikut komunitas IIP, banyak hal baru yang mulai saya dapatkan dan pahami dalam berproses menjadi seorang Ibu Profesional. Semoga saya tetap konsisten dan terus semangat belajar dalam kelas matrikulasi ini, bukan hanya diawal saja, mengingat saya termasuk orang yang agak moody-an. Akan tetapi saya percaya jika belajar tujuannya untuk diamalkan, insyaAllah ilmu yang dipelajari akan semakin meresap dan bertambah dengan sendirinya. Aamiin..
Berikut tugas yang harus dikerjakan:
NICE HOMEWORK #2
Bunda, setelah memahami tahap awal materi menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga. Pekan ini kita akan belajar membuat:📝 CHECKLIST INDIKATOR PROFESIONALISME PEREMPUAN
a. Sebagai individub. Sebagai istri
c. Sebagai ibu
Buatlah indikator yang kita sendiri bisa menjalankannya.
Buat anda yang sudah berkeluarga, tanyakan kepada suami, indikator istri semacam apa sebenarnya yang bisa membuat dirinya bahagia, tanyakan kepada anak-anak, indikator ibu semacam apa sebenarnya yang bisa membuat mereka bahagia.
Jadikanlah jawaban-jawaban mereka sebagai referensi pembuatan checklist kita.
Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.
Kunci dari membuat Indikator, kita singkat menjadi SMART yaitu:
- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (Terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (Bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND (Berikan batas waktu)
Buat anda yang masih sendiri, maka buatlah indikator diri dan pakailah permainan “andaikata aku menjadi istri” apa yang harus aku lakukan, “andaikata kelak aku menjadi ibu”, apa yang harus aku lakukan.
Kita belajar membuat "Indikator" untuk diri sendiri.
Kunci dari membuat Indikator, kita singkat menjadi SMART yaitu:
- SPECIFIK (unik/detil)
- MEASURABLE (Terukur, contoh: dalam 1 bulan, 4 kali sharing hasil belajar)
- ACHIEVABLE (Bisa diraih, tidak terlalu susah dan tidak terlalu mudah)
- REALISTIC (Berhubungan dengan kondisi kehidupan sehari-hari)
- TIMEBOND (Berikan batas waktu)
________________________________________________________________
________________________________________________________________
Adapun checklist indikator profesionalisme perempuan saya:
A. Sebagai Individu
- Meningkatkan ibadah (terutama sholat tepat waktu dan membaca Al-Qur’an minimal selembar per hari)
- Meningkatkan rasa syukur dan ikhlas setiap harinya, bersyukur untuk segala sesuatu yang telah dimiliki dan ikhlas dengan segala yang telah terjadi
- Meningkatkan pengendalian diri dan emosi (belajar mengatur penapasan saat mulai marah, mengucap istighfar dan memperbanyak stok sabar)
- Lebih berbakti lagi kepada kedua orang tua dan mertua (minimal sebulan sekali bisa membantu atau memberikan apa yang mereka butuhkan)
- Menanamkan cinta Allah dan Rosul lebih dini kepada anak (mengenalkan dan membacakan cerita dan lagu lagu islami)
- Berusaha lebih kuat untuk selalu memandang sesuatu dari sudut pandang anak (belajar untuk tidak memarahi anak dengan cara membentak selama 90 hari)
- Berusaha berkata hanya yang baik baik saja atau memilih untuk diam
- Terus belajar, melihat dan berpikir positif (menghindari ghibah dan suudzon)
Checklist perbaikan saat pengerjaan #NHW4
- Istirahat atau tidur lebih cepat saat malam hari, maksimal jam 10 sudah tidur
- Bangun malam, sholat lail
- Bangun lebih pagi, sholat shubuh dan baca Qur’an
- Mulai masak maksimal jam 05.30 pagi
- Sholat tepat waktu
- Baca Al-Qur’an minimal selembar per hari
- Baca dan hafal surat Al-Kahfi (tiap jum’at) minimal 10 ayat pertama
- Menjaga wudhu
- Mengendalikan emosi dan sabar, tarik nafas dan istighfar
- Mulai bacakan buku dan cerita islami ke anak anak (selama ini hanya cerita non islami)
- Memperdengarkan musik islami dan murottal pada anak anak (done!)
- Husnudzon pada suami dan selalu tersenyum
- Berbakti kepada kedua orang tua dan mertua, serta minimal sebulan sekali bisa membantu atau memberikan apa yang mereka butuhkan)
- Belajar untuk tidak menegur anak dengan nada marah
- Berpakaian yang baik, sopan dan menutup aurat
- Di luar rumah (dress panjang dan hijab)
- Di dalam rumah (bebidol/daster tertutup)
- Berusaha berkata baik (no gosip) atau memilih untuk diam
- Lebih meningkatkan ucapan bismillah dan alhamdulillah dalam setiap kegiatan
- Berhemat! Utamakan KEBUTUHAN bukan KEINGINAN
- Mengurangi waktu penggunaan gadget/hp
- Pagi= jam 9-11 *saat aleeka tidur
- Siang= jam 2-4 *saat aleeka tidur
- Malam= jam 7-10 *saat anak anak sudah tidur
- Kurangi membuat status di FB, sehari hanya boleh memposting/menshare 3 status bermanfaat dan jelas sumbernya
- Selalu bersyukur, bersyukur dan bersyukur!
B. Sebagai Istri
Karena indikator ini merupakan indikator istri yang diinginkan oleh Pak Suami, maka saya sertakan saja jawaban yang beliau kirim melalui whatsapp pribadi
[20:19 29/10/2016] Ayah Sayang 😚:
- Menyediakan makan & minum suami (ini mulai jarang dilakukan karna udah punya sikecil ya yah hihihi)
- Mempersiapkan pakaian suami saat bepergian (idem, ini jugaaa)
- Selalu mendoakan suami dalam mencari rezeki (karena jarak kantor baru suami yang agak jauh, kadang baper dan galau wkwkw)
- Bersabar dalam menghadapi kekurangan suami (hihihi aamiin insyaAllah)
- Berbicara yg sopan dan baik terhadap suami (ini kadang kalo lagi mumet suka tinggi nadanya ya ayah huhu)
- Tdk mengedepankan emosi dalam memecahkan masalah (ideeem wkwkw)
- Rumah dan kamar dalam keadaan bersih dan rapi (gimana bisa rapi, sebelum kakak dan si kecil umur 8th, rumah akn selalu berantakan yah)
C. Sebagai Ibu
Dan untuk indikator profesionalisme perempuan yang ketiga sebagai seorang Ibu, saya mewawancarai si Kakak (Aqeela, usia 4y3m). Saat bertanya bunda yang bagaimana yang disukai olehnya, Aqeela menjawab dengan cara bercerita bukan jawaban yang langsung to the point, saya sampai senyam senyum mendengarkan ceritanya. Jadi kurang lebih saya simpulkan dari cerita tersebut seperti ini jawabannya:
- Bunda selalu sayang sama kakak
- Bunda selalu kiss kiss dan peluk kakak
- Bunda harus selalu tampil cantik kayak princess, rambut dikepang dua ala ala princess Anna (kalau dalam rumah, bolehlah nak)
- Bunda menemani dan ajak kakak bermain main
- Bunda antar jemput kakak ke sekolah nanti
- Bunda menyediakan makanan dan minuman untuk kakak, saat bunda tidak lagi repot dengan Aleeka (adiknya, usia 7m)
- Bunda mendengarkan kakak bercerita tanpa pegang hp
- Bunda membacakan cerita untuk kakak
- Bunda ikut bermain peran dengan kakak
- Bunda tidak marahi kakak, saat kakak loncat loncat di tempat tidur (waduuh yang ini kayaknya susah untuk dikabulkan ya nak, huhuhu)
Nah seperti inilah indikator profesionalisme perempuan dari saya, suami dan anak. Pastinya setiap indikator akan berbeda-beda untuk setiap individu. Semoga checklist indikator ini bukan hanya menjadi sekedar tulisan nice homework untuk kelas matrikulasi IIP saja, melainkan benar benar menjadi indikator yang sudah saya amalkan dalam keseharian saya untuk belajar bertahap menjadi seorang Ibu Profesional. Aamiin yaa robbal’alamiin
Syukron, alhamdulillah..
Gorontalo, 29 oktober 2016
inkastevani
No comments:
Post a Comment